3 Jenis Sinusitis yang Paling Umum, Plus Faktor Risiko Penyebabnya Pada Orang Dewasa

Sinusitis adalah kondisi ketika terjadi infeksi atau peradangan yang menyerang bagian sinus. Sinus merupakan kantong udara kecil di bagian belakang wajah yang mengarah ke rongga hidung dengan tugas untuk memproduksi lendir bagi hidung. Anda dinyatakan mengalami sinusitis ketika lendir yang dihasilkan hidung terlalu banyak karena ulah virus atau bakteri. Itulah mengapa orang dengan sinusitis biasanya menderita pilek dan hidung tersumbat. Namun nyatanya, ada berbagai faktor risiko sinusitis yang semakin memperbesar peluang Anda mengalaminya.

Jenis infeksi sinusitis bisa berbeda-beda

Gejala sinusitis sebenarnya mirip dengan gejala flu pada umumnya. Mulai dari menurunnya fungsi indra penciuman, hidung tersumbat, sakit kepala, demam, kelelahan, batuk, hingga sakit tenggorokan.

Meski begitu, tidak semua sinusitis yang dialami setiap orang itu sama. Ada beberapa jenis infeksi sinusitis yang gejalanya sering kali sulit dibedakan. Jenis sinusitis setiap orang dibedakan lewat tingkat keparahan kondisi dan lama berlangsungnya gejala, yaitu:

Sinusitis akut

Sinusitis akut memiliki durasi yang paling singkat diantara jenis infeksi sinusitis lainnya. Jika dibandingkan dengan infeksi virus penyebab sinusitis akut yang biasanya berlangsung selama satu hingga dua minggu, sinusitis akut yang disebabkan oleh bakteri dapat berlangsung hingga kurun waktu empat minggu.

Sinusitis subakut

Sinusitis subakut umumnya dipicu oleh adanya infeksi bakteri maupun alergi musiman yang membuatnya dinilai lebih parah dibandingkan dengan sinusitis akut. Kondisi ini biasanya akan bertahan selama kurang lebih tiga bulan.

Sinusitis kronis

Sinusitis kronis bisa dibilang sebagai jenis sinusitis yang paling parah karena gejalanya bisa berlangsung hingga lebih dari tiga bulan. Kondisi ini tidak hanya disebabkan oleh virus atau bakteri saja, tapi juga bisa terjadi bersamaan dengan serangan alergi atau karena adanya masalah di bagian dalam hidung.

sinusitis menular

Apa saja faktor risiko sinusitis pada orang dewasa?

Infeksi sinusitis bisa menyerang siapa pun tanpa pandang bulu. Namun, ada beberapa faktor risiko sinusitis yang dapat meningkatkan peluang Anda untuk mengalaminya.

Misalnya, jika Anda memiliki struktur hidung yang tidak biasa. Entah karena dinding yang membagi rongga hidung bergeser dari garis tengah (deviasi septum nasal), maupun adanya pertumbuhan jaringan di dalam hidung (polip hidung). Paparan alergi dari lingkungan juga akan memicu Anda mengalami sinusitis.

Dilansir dari laman Very Well Health, orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah berisiko untuk terserang sinusitis. Meliputi penderita HIV/AIDS, multiple myeloma, kanker darah, maupun seseorang yang sedang rutin menjalani pengobatan kemoterapi atau dengan obat kortikosteroid.

Di samping itu, ada berbagai kondisi medis lain yang tanpa sadar berhubungan dengan faktor risiko sinusitis. Termasuk gastroesophageal reflux disease (GERD), asma, rhinitis, cystic fibrosis, serta penyakit-penyakit autoimun.

Bisakah infeksi sinusitis dicegah?

Seperti yang telah dijelaskan di awal, sinusitis biasanya mulai berkembang setelah tubuh terpapar penyebab alergi, dingin, virus, ataupun bakteri. Jadi, salah satu langkah awal yang bisa dilakukan untuk mencegah sinus adalah dengan menjalani pola hidup sehat, yang nantinya dapat menghalau serangan alergen serta kuman penyebab infeksi.

Mulai lah terapkan pola makan teratur; penuhi sumber nutrisi yang diperlukan tubuh; dan rajin cuci tangan, baik itu sebelum dan setelah makan, dari toilet, dari luar rumah, atau setelah memegang benda apapun yang dirasa mengandung banyak kuman. Tak lupa, batasi tubuh dari paparan asap rokok, bahan kimia, serbuk sari, serta alergen lainnya.

The post 3 Jenis Sinusitis yang Paling Umum, Plus Faktor Risiko Penyebabnya Pada Orang Dewasa appeared first on Hello Sehat.

Original Article