4 Kebiasaan Buruk yang Tak Baik Bagi Vagina Anda

Kesehatan dan kebersihan vagina memang harus dijaga setiap hari. Meskipun seharusnya jadi kebiasaan sehari-hari, masih banyak cara menjaga dan merawat kebersihan vagina yang dilakukan banyak orang, padahal sebetulnya salah.

Akibatnya, tak jarang hal ini malah menimbulkan masalah kesehatan vagina yang serius, seperti gatal, bau tidak sedap, dan bahkan jadi berjamur. Kira-kira apa saja kesalahan wanita dalam merawat kebersihan vagina? Apakah Anda juga melakukannya?

Kesalahan yang dilakukan saat menjaga kebersihan vagina

1. Pakai celana dalam terlalu ketat

Salah satu menjaga dan merawat kebersihan vagina yang paling dasar adalah dengan memerhatikan pakaian atau celana dalam yang Anda kenakan. Terlebih, kalau Anda menggunakan celana dalam yang super ketat, hal tersebut dapat menyebabkan frekuensi gesekan selangkangan dan area vagina. Alhasil, tak jarang kalau vagina jadi gampang iritasi dan malah timbul berbagai masalah lainnya.

Selain itu, celana dalam yang terlalu ketat dan lembap menjadi salah satu faktor risiko terhadap tumbuhnya jamur atau ragi di area kelamin. Maka dari itu, untuk menjaga kebersihan vagina, ada baiknya Anda menggunakan celana dalam yang berbahan katun murni. Bahan kain sintetis lain seperti nilon, polyester, atau yang renda-renda sangat berisiko membuat vagina jadi iritasi dan bermasalah.

2. Douching vagina

Douching atau vaginal douche digadang-gadang sebagai aktivitas yang praktiknya menyemprotkan cairan pembersih ke dalam lubang vagina. Sayangnya, cairan yang digunakan saat douching vagina terkadang menggunakan campuran yang berbahan seperti baking soda, cuka, yodium dan pewangi berbahan kimia yang bisa mengiritasi serta meningkatkan risiko infeksi pada vagina.

Maka itu, Anda perlu memilih antiseptik kewanitaan yang aman digunakan. Pilihlah yang mengandung povidone-iodine untuk di bagian luar ataupun di bagian dalam dengan douche. Zat aktif Povidone-Iodine sudah terbukti aman dan dapat mengatasi kuman penyebab bau, mencegah infeksi dan iritasi pada vagina Anda.

3. Jarang ganti pembalut

Kebersihan vagina kadang diuji lewat cairan darah yang keluar saat menstruasi. Tahukah Anda, kalau darah haid yang keluar akan terkontaminasi dengan organisme lain dari dalam tubuh? Ya, saat haid, para pakar kesehatan merekomendasikan Anda untuk mengganti pembalut setiap 4-6 jam sekali (lebih sering, jika perdarahan Anda berat) adalah praktik kebersihan vagina yang baik demi mencegah vagina berbau tidak sedap.

Aturan ini berlaku bahkan untuk di hari-hari ketika Anda tidak memiliki banyak pendarahan, karena pembalut Anda masih tetap lembap dan mengangkut organisme asing, serta keringat dari alat kelamin Anda. Bila organisme ini menetap di tempat yang hangat dan lembab dalam waktu lama, mereka cenderung lebih cepat berkembang biak dan dapat menyebabkan kondisi seperti infeksi saluran kemih, infeksi vagina, dan ruam kulit.

4. Sering makan makanan yang bikin vagina bau

Seperti yang diketahui, kalau makanan yang Anda makan akan memengaruhi aroma tubuh Anda. Tidak terkecuali akan berpengaruh kepada aroma vagina Anda. Makanan yang berbau kuat dan berempah memiliki potensi sebagai penyebab vagina bau, misalnya kopi, bawang, kari, dan rempah-rempah lainnya.

Konsumsi daging merah, susu dan produk susu, serta alkohol yang berlebihan juga mungkin dapat mengubah aroma vagina Anda. Diet tinggi probiotik, seperti gandum utuh serta sayur dan buah-buahan dapat membantu menjaga keseimbangan pH alami vagina dan mungkin menghasilkan aroma yang lebih ringan.

The post 4 Kebiasaan Buruk yang Tak Baik Bagi Vagina Anda appeared first on Hello Sehat.

Original Article