5 Mitos Salah Soal Kolesterol yang Sudah Tak Perlu Lagi Anda Percaya

“Jangan banyak-banyak, nanti kolesterolnya naik”. Beberapa orang, mungkin termasuk Anda, pernah mendapatkan teguran tersebut. Kolesterol tinggi memang merupakan penyakit yang berbahaya bagi kesehatan. Karena itu, Anda harus memperhatikan makanan yang Anda konsumsi. Keseringan makan makanan yang mengandung lemak jenuh bisa meningkatkan kolesterol Anda. Sayangnya, tidak semua informasi tentang kolesterol yang beredar di masyarakat itu sudah pasti benar. Berikut adalah beberapa mitos kolesterol yang selama ini mungkin Anda percaya, dan jawaban sebenarnya.

Orang kurus tak mungkin kena kolesterol tinggi

Mitos kolesterol ini tidak benar. Faktanya: Bentuk dan berat badan tidak ada hubungannya dengan kadar kolesterol dalam darah. Orang yang kurus dan tampak sehat bugar bisa saja punya kolesterol tinggi tanpa pernah menyadarinya. Inilah kenapa penting bagi Anda untuk memeriksakan tingkat kolesterol secara teratur, setidaknya dimulai saat Anda berusia 20-an.

Anak-anak tidak berisiko memiliki kolesterol tinggi

Mitos kolesterol ini tidak benar. Faktanya: Sama seperti ukuran badan, tua-muda usia juga tidak berpengaruh pada kadar kolesterol seseorang. Penelitian telah menunjukkan bahwa aterosklerosis, penyempitan arteri yang menyebabkan serangan jantung, dapat dimulai sejak usia delapan tahun.

Anak-anak mungkin saja punya kolesterol tinggi. Ini biasanya disebabkan oleh gangguan pada hati yang membuatnya tidak mampu mengeluarkan kelebihan kolesterol dari tubuh. Selain itu, risiko kolesterol tinggi pada anak mungkin meningkat dilihat dari faktor genetik, pola makan yang buruk, dan obesitas. Jika anak Anda memiliki salah satu dari ketiga faktor tersebut, Anda perlu lebih bijak dalam memilah-milih menu makan anak Anda. Perbanyak asupan makanan sehat, seperti buah dan sayuran, serta pastikan anak Anda aktif berolahraga.

Kolesterol tinggi disebabkan oleh apa yang Anda makan

Mitos kolesterol ini tidak benar. Faktanya: Meski kebanyakan makanan yang mengandung lemak jenuh bisa menyebabkan kolesterol Anda melonjak, namun faktor terbesar terhadap kolesterol tinggi adalah genetika alias keturunan. Sekitar 75 persen kolesterol yang ada di tubuh adalah akibat genetik, dan 25 persen lainnya didapatkan karena diet dan pola hidup yang buruk.

Secara alamiah, hati dirancang untuk membilas kelebihan kolesterol dari tubuh Anda. Namun, faktor genetika memainkan peran besar dalam menentukan kemampuan hati Anda untuk mengatur kadar kolesterol ke tingkat yang sehat.

Wanita lebih berisiko memiliki kolesterol tinggi

Mitos kolesterol ini tidak benar. Faktanya: Laki-laki berisiko lebih dini memiliki kolesterol tinggi. Penyebabnya adalah faktor hormonal, karena hormon estrogen wanita dapat menurunkan kolesterol “jahat” (LDL) dan meningkatkan kolesterol “baik” (HDL).

Kolesterol wajib selalu dihindari karena efeknya buruk

Mitos kolesterol ini tidak benar. Faktanya: Anda tidak mungkin bisa selalu menghindari kolesterol. Tidak semua jenis kolesterol berbahaya. Malah, kolesterol sebenarnya dibutuhkan oleh tubuh.

Kolesterol merupakan senyawa lemak kompleks berbentuk seperti lilin berwarna putih dan tersebar di berbagai jaringan tubuh, terutama di jaringan saraf. Zat ini berfungsi penting sebagai bahan dasar pembentukan hormon dan dinding sel tubuh. Kolesterol juga berperan dalam metabolisme lemak, yang membantu kerja hati untuk memecah lemak menjadi asam lemak dan gliserol.

Terdapat dua kolesterol dalam tubuh, yang disebut dengan High Density Lipoprotein (HDL) dan Low Density Lipoprotein (LDL). HDL biasa disebut kolesterol baik sedangkan LDL disebut kolesterol jahat. HDL diperlukan tubuh karena fungsinya sebagai ‘pemulung’ lemak yang ada di dalam pembuluh darah, sehingga pembuluh darah bersih dari endapan lemak. Sedangkan LDL melakukan hal sebaliknya, oleh karena itu disebut sebagai kolesterol jahat. Tingginya kadar HDL dalam tubuh menghindarkan Anda dari arterosklerosis, penyakit jantung koroner, tekanan darah tinggi, dan stroke.

The post 5 Mitos Salah Soal Kolesterol yang Sudah Tak Perlu Lagi Anda Percaya appeared first on Hello Sehat.

Original Article