6 Hal Sederhana yang Bisa Dilakukan untuk Menghentikan Ejakulasi Dini

Ejakulasi dini adalah masalah seksual yang sangat umum ditemukan pada kebanyakan pria. Ada berbagai hal yang dapat menyebabkan pria bisa ejakulasi terlalu cepat dari yang diinginkan, mulai dari masalah psikologis (misalnya, trauma, terlalu bergairah, gugup, depresi, stres, pengalaman seks pertama) hingga yang didasari oleh kondisi medis tertentu, misalnya diabetes, tekanan darah tinggi, dan masalah pada kelenjar tiroid.

Banyak beragam iklan, pengobatan alternatif, maupun obat-obatan yang dijual, mengklaim bisa mengobati ejakulasi dini. Tapi, apakah benar kalau ejakulasi dini bisa disembuhkan?

Adakah cara efektif mengobati ejakulasi dini?

Dalam banyak kasus, ejakulasi dini sebetulnya bisa sembuh dengan seiring berjalannya waktu. Namun biasanya, cara mengobati ejakulasi dini akan bergantung dari penyebabnya. Bila Anda mengalami ejakuasi dini dari dampak adanya penyakit, pengobatan ejakulasi terbaiknya adalah dengan mengobati penyakitnya terlebih dahulu. Selain itu, pengobatan dampingan akan berupa obat-obatan yang khusus diresepkan dokter.

Berikut beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk melatih menunda orgasme dan mengobati ejakulasi dini.

1. Masturbasi

Mengobati ejakulasi dini juga dapat dilakukan dengan cara melatih masturbasi dengan berbagai variasi teknik yang dapat mengalihkan pikiran Anda untuk tidak cepat-cepat berejakulasi. Caranya, alihkan pikiran Anda dari rangsangan yang telah ada, lakukan tarikan napas 3-4 kali hembusan. Tetap alihkan pikiran Anda sampai dirasa air mani mulai keluar. Anda juga bisa menunda orgasme dengan masturbasi 1- 2 jam sebelum berhubungan seksual.

Setelah Anda mulai bisa mengendalikan tubuh Anda, Anda dapat melanjutkan penetrasi seksual dengan tempo yang lebih cepat. Mulai cari lagi rangsangan tubuh pasangan Anda untuk membangkitkan gairah. Lakukan berulang, sampai waktu orgasme yang diinginkan tiba.

2. Latihan teknik squeezing

Cara ini tidak terlalu jauh berbeda dengan teknik tahan ejakulasi di atas. Yang perlu Anda lakukan adalah, ketika Anda mulai merasa akan orgasme, cabut penis dari vagina, minta bantuan pasangan Anda untuk menggengam penis.

Setelah digenggam, posisikan jempol menutupi lubang di mana sperma keluar, berikan sedikit remasan pada batang penis Anda. Anda juga bisa meremas penis bagian bawah secara lembut dengan berkala sampai hasrat orgasme Anda menurun.

3. Coba senam kegel

Latihan senam kegel akan membantu Anda memiliki ejakulasi yang bertahan lebih lama berkat perbaikan aliran darah di daerah penis. Perlu diketahui, senam ini tujuannya memperkuat otot penis, serta melatih menunda orgasme di waktu yang tidak diinginkan. Latihan ini juga dapat membantu mengontrol kemampuan Anda ketika akan orgasme, dan memberikan Anda stamina seksual yang lebih besar.

4. Menggunakan obat antidepresan

Obat antidepresan kadang digunakan untuk mengobati ejakulasi dini. Ini termasuk obat-obatan seperti clomipramine dan paroxetine. Keduanya digunakan karena salah satu efek sampingnya menghambat orgasme, yang mana juga dapat membantu menunda ejakulasi. Kemudian ada tramadol, obat ini biasanya digunakan untuk mengendalikan rasa sakit ketika Anda hendak orgasme dan juga bisa digunakan untuk menunda ejakulasi.

5. Menggunakan krim atau obat-obatan tertentu

Selain obat-obatan, ada juga krim, gel, dan semprotan yang bisa digunakan untuk mengobati ejakulasi dini. Hal tersebut, berguna dengan cara mengurangi sensasi rangsangan yang bisa memperlambat orgasme.

Krim, gel atau semprotan tersebut biasanya dioleskan ke penis sebelum bercinta. Benda-benda tersebut biasanya mengandung lidocaine. Tapi sayangnya, cara ini bisa memengaruhi pria dengan mengurangi sensasi rangsangan maksimal dari pasangan wanitanya.

6. Menerapkan gaya hidup sehat

Bagi beberapa pria, menghentikan atau mengurangi konsumsi alkohol, tembakau dan menerapkan gaya hidup sehat, dapat memperbaiki seberapa baik mereka dapat mengendalikan ejakulasi yang terlalu cepat.

The post 6 Hal Sederhana yang Bisa Dilakukan untuk Menghentikan Ejakulasi Dini appeared first on Hello Sehat.

Original Article

Add Comment