6 Manfaat Kesehatan dari Agar Gelatin yang Sayang untuk Dilewatkan

Puding dan agar-agar tentu rasanya sudah tidak asing lagi di lidah. Tapi tahukah Anda bahwa ternyata kedua makanan penutup ini menyimpan berbagai manfaat kesehatan berkat bahan utama pembuatnya, yaitu gelatin. Gelatin adalah bentuk lain dari kolagen.

Apa itu gelatin?

Gelatin adalah bentuk lain dari gelatin, yang didapat dari proses pendidihan tulang, tulang rawan, atau kulit hewan.

Kolagen adalah jenis protein berserat dan tak larut yang jumlahnya paling berlimpah dalam tubuh mamalia. Kolagen merupakan fondasi utama dari tulang, kulit, urat, dan ligamen untuk memberikannya struktur dan kekuatan. Kolagen juga ditemukan di banyak bagian tubuh lainnya, termasuk pembuluh darah, kornea mata, dan gigi. Ibaratnya, kolagen adalah sebuah lem yang merekatkan keseluruhan tubuh menjadi satu kesatuan. Bahkan kata kolagen sebenarnya berasal dari bahasa Yunani, “kólla” yang berarti lem.

Setelah melewati tahap pemrosesan, kolagen akan menampakkan wujudnya sebagai zat yang tidak berwarna dan tidak berasa. Gelatin adalah yang apa kita dapat dari proses ini. Sesudah gelatin mendingin, teksturnya akan mengental seperti agar. Umumnya, gelatin terbuat dari babi. Namun di Indonesia lebih umum ditemukan gelatin yang terbuat dari sapi atas dasar kehalalannya.

Gelatin pada umumnya tersedia dalam bentuk lembaran transparan tipis, mirip plastik. Untuk mengolahnya, gelatin harus dilarutkan lebih dulu di dalam air panas untuk kemudian ditambahkan sebagai campuran saus, sup, hingga dessert. Ada banyak manfaat yang kita bisa dapatkan dari gelatin. Apa saja itu?

Manfaat gelatin adalah…

Gelatin sama menyehatkannya dengan kolagen karena kandungan asam aminonya sama dengan kolagen.

1. Sumber protein hewani

Karena dibuat dari bagian tubuh hewan, gelatin mengandung protein dalam jumlah yang cukup besar. Setengah gelas gelatin yang dilarutkan (120 ml) bisa mengandung hingga 2 gram protein. Kebanyakan sumber protein hewani mengandung lemak jenuh yang tak baik bagi kesehatan, sementara gelatin tak mengandung lemak sama sekali.

2. Melancarkan pencernaan

Gelatin dapat membantu melancarkan pencernaan. Kandungan glisin dalam gelatin adalah yang bertanggung jawab untuk memperbaiki dinding dalam saluran pencernaan. Selain itu, gelatin juga dapat menstimulasi produksi asam lambung, yang membuat pencernaan makanan berlangsung lebih baik. Tanpa enzim pencernaan yang cukup, Anda dapat mengalami penyakit saluran cerna, seperti refluks asam lambung. Gelatin juga larut dalam air dan mempermudah makanan bergerak dalam saluran pencernaan.

3. Mengobati nyeri sendi

Pada dasarnya gelatin sama dengan kolagen yang bermanfaat meredakan nyeri sendi yang diakibatkan peradangan. Menurut US National Library of Medicine, beberapa penelitian menunjukkan bahwa gelatin dapat mengurangi nyeri dan memperbaiki fungsi sendi pada penderita osteoartritis.

4. Mengontrol gula darah

Sebuah penelitian tahun 2002 menyatakan bahwa glisin, salah satu asam amino dalam gelatin, dapat mengontrol gula darah pada diabetes tipe 2. Dalam penelitian tersebut dikatakan bahwa pemberian glisin dapat meningkatkan efektivitas insulin.

5. Menjaga kesehatan tulang

Lisin, yang dapat ditemukan pada gelatin, dapat memperkuat tulang. Lisin dapat membantu tubuh menyerap kalsium, yang dibutuhkan tulang untuk menjadi lebih kuat dan mencegah keropos. Lisin tidak dapat dibuat sendiri oleh tubuh, karenanya hanya dapat diperoleh dari makanan, dan gelatin adalah salah satunya.

6. Meningkatkan kualitas tidur

Gelatin dapat menmbantu anda tidur lebih nyenyak berkat kandungan glisin di dalamnya. Penelitian tahun 2012 menyebutkan bahwa asupan glisin dapat membuat tubuh menjadi lebih segar, bugar, dan tidak mudah lelah di siang hari. Di sisi lain, glisin membantu pelepasan hormon pembuat ngantuk melatonin di malam hari sehingga Anda jadi lebih mudah tertidur dan tidur lebih pulas tanpa gangguan.

Jadi, jangan ragu untuk menambahkan gelatin ke dalam menu makanan sehat Anda!

The post 6 Manfaat Kesehatan dari Agar Gelatin yang Sayang untuk Dilewatkan appeared first on Hello Sehat.

Original Article