7 Mitos Soal Pencegahan Kanker yang Ternyata Salah Besar

Kanker adalah penyakit kronis yang bersifat mematikan. Maka itu, kanker harus dicegah sedini mungkin. Ada banyak anggapan tidak boleh ini dan tidak boleh itu untuk mencegah kanker. Padahal, tidak semua anggapan orang itu benar, lho! Ini mitos tentang pencegahan kanker yang perlu Anda pahami agar tidak keliru.

1. Gula buatan bisa menyebabkan kanker

asupan gula

Apa benar pemanis buatan bisa menimbulkan kanker? Tidak. Para peneliti telah melakukan uji keamanan pemanis buatan (pengganti gula) sakarin, siklamat, aspartam, sukralosa, neotam, dan asesulfam-K. Hasilnya, para ahli tidak menemukan bukti bahwa gula buatan bisa menyebabkan kanker pada manusia.

Semua pemanis buatan ini kecuali siklamat, telah disetujui oleh Food and Drug Administration, lembaga pengawas obat dan makanan di Amerika Serikat. Di Indonesia sendiri, semua pemanis buatan tersebut telah lolos uji klinis oleh Badan POM dan bisa dikonsumsi dengan aman, sesuai batas yang dianjurkan.

2. Radiasi HP bisa menyebabkan kanker

gangguan akibat main hp terus

Pencegahan kanker dengan menjauhi smartphone atau handphone (HP) bukanlah fakta yang tepat. Ini tidak sesuai dengan kenyataanya. Kanker disebabkan oleh mutasi genetik. Mutasi genetik bisa dipengaruhi oleh beberapa kondisi, termasuk radiasi.

Akan tetapi, radiasi dari smartphone frekuensi energinya tergolong rendah sehingga tidak akan sampai menimbulkan kerusakan genetik.

3. Produk herbal bisa mengobati kanker

mengatasi disfungsi ereksi

Anggapan ini juga termasuk mitos. Meskipun beberapa penelitian menunjukan bahwa terapi alternatif dengan beberapa produk herbal bisa mengatasi efek samping dari pengobatan kanker, tapi tidak ada produk herbal yang terbukti efektif untuk mengobati kanker.

Bahkan, beberapa produk herbal justru berbahaya ketika dikonsumsi selama kemoterapi atau terapi radiasi karena bisa mengganggu atau menghambat cara kerja perawatan kanker yang sedang Anda jalani.

4. Kesehatan gigi dan mulut tak ada hubungannya dengan kanker

penyebab gigi sensitif

Ini salah besar. Orang dengan penyakit gusi parah memiliki risiko 24 persen lebih tinggi terkena kanker dibandingkan dengan orang yang mengalami penyakit gusi ringan atau sehat walafiat, menurut penelitian di Tufts University dalam Journal of National Cancer Institute.

Kenapa kesehatan gigi berhubungan dengan kanker? Salah satunya karena penyakit gusi bisa menimbulkan peradangan di mulut yang dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya. Bakteri tertentu di mulut juga bisa memicu terjadinya kanker. Jadi, membersihkan gigi setiap hari dan periksa gigi ke dokter secara rutin adalah langkah penting dalam pencegahan kanker.

5. Kurang tidur tidak akan menyebabkan kanker

ngantuk saat puasa

Kurang tidur memang tidak akan serta-merta menyebabkan seseorang kena kanker. Akan tetapi, tidur memiliki hubungan erat dengan pencegahan kanker. Pria di bawah usia 65 tahun yang hanya tidur 3-5 jam setiap hari memiliki risiko 55 persen lebih besar meninggal akibat kanker prostat daripada pria yang tidur di atas 7 jam, menurut suatu studi dalam American Association for Cancer Research.

Penelitian lain yang diterbitkan dalam jurnal Cancer menemukan bahwa orang yang tidur kurang dari 6 jam semalam memiliki kemungkinan 50 persen lebih besar terkena adenoma kolorektal (yakni cikal bakal kanker usus) daripada mereka yang tidur setidaknya 7 jam semalam.

Hubungan tidur dan kanker masih dicari mekanisme pastinya. Namun, dugaan terbesarnya adalah saat kurang tidur, peradangan akan lebih rentan terjadi di dalam tubuh. Itu mengapa kanker bisa muncul lebih mudah pada orang yang memiliki waktu tidur yang selalu kurang.

6. Deodoran bisa menyebabkan kanker payudara

pakai deodoran setiap hari

Ini mitos yang tidak perlu Anda percayai. Dilansir dalam laman National Cancer Institute penelitian sejauh ini tidak menemukan bukti yang menghubungkan bahan kimia yang biasa ditemukan di antiperspirant dan deodoran dengan perubahan pada jaringan payudara.

Bahan kimia dalam deodoran yang berbasis aluminium diduga memiliki aktivitas langsung terhadap jaringan di payudara sehingga bisa memicu terjadinya kanker payudara. Namun belum ada penelitian yang mendukung dugaan ini.

7. Bila di keluarga tidak ada yang mengidap kanker, saya bebas risiko kanker

penyakit keturunan keluarga

Ini sangat keliru. Hanya 5-10 persen kanker disebabkan karena mutasi genetik yang diturunkan dari orangtua. Berdasarkan data terbaru, sekitar 90-95 persen pria dan wanita yang didiagnosis kanker disebabkan oleh mutasi yang terjadi sepanjang hidup seseorang, bukan saat lahir.

Ini artinya kebanyakan kasus kanker muncul pelan-pelan sebagai hasil alami dari penuaan dan paparan faktor lingkungan, contohnya dari asap tembakau dan juga radiasi. Faktor lain seperti pola makan, aktivititas fisik Anda setiap harinya, dan profesi (apakah bekerja di tempat yang rentan paparan radiasi atau bahan kimia berbahaya) juga sangat memengaruhi risiko Anda terkena kanker.

The post 7 Mitos Soal Pencegahan Kanker yang Ternyata Salah Besar appeared first on Hello Sehat.

Original Article