Apa Bahayanya Kalau Minum Obat Batuk Dengan Tujuan Mabuk-mabukan?

Seakan tak cukup mabuk-mabukan hanya dengan miras, belum lama ini masyarakat Indonesia sempat dibuat resah dengan munculnya berita sejumlah anak sekolah yang sengaja mabuk obat batuk generik untuk menghabiskan waktu luangnya. Meski tampaknya sepele, namun para orangtua dan pihak berwenang di sekolah harus mulai mewaspadai dampak negatif dari tren mabuk obat batuk ini yang bisa menjurus fatal.

Mabuk obat batuk akibat kandungan bahan aktif dextromethorphan

Rasa kantuk dan mabuk adalah satu efek samping dari obat batuk yang harus diwaspadai. Efek ini ada baik dalam obat batu resep maupun nonresep (generik). Efek samping ini muncul dari kandungan dextromethorphan atau biasa juga dikenal dengan sebutan DMP.

Namun begitu, efek mabuk ini barulah bisa dicapai ketika Anda mengonsumsi obat batuk secara besar-besaran dalam sekali waktu. Dosis besar dari DMP akan menimbulkan halusinasi dan efek “melayang” yang setara dengan efek “teler” saat mabuk miras atau narkoba. Inilah yang menjadi alasan bagi banyak anak sekolah untuk sengaja mabuk obat batuk dosis tinggi.

Bahaya minum obat batuk dosis tinggi tanpa sepengetahuan dokter

Selain memabukkan, DMP akan menghambat fungsi otak, terutama bagian otak yang mengendalikan fungsi pernapasan dan jantung. Akibatnya, dosis tinggi DMP akan membuat seseorang mengalami jantung berdebar cepat, tekanan darah tinggi, hingga napas melambat atau memendek.

Tidak hanya itu. Salah satu efek samping DMP akibat mabuk obat batuk yang paling berbahaya adalah hipertermia. Hipertermia peningkatan suhu tubuh yang terlampau tinggi dan cepat di luar batas wajar tanpa memberikan waktu bagi tubuh untuk mendinginkan diri. Hipertermia dapat menyebabkan kerusakan otak, koma, bahkan kematian.

Jika diminum sesuai aturan dan dosis pakai, efek samping ini tidaklah begitu mengkhawatirkan. Dextromethorpan pada dasarnya adalah agen antitusif yang berfungsi untuk meringankan gejala batuk tidak berdahak secara sementara.

Mabuk obat batuk juga bisa sebabkan sakau dan kecanduan

Sama seperti penyalahgunaan narkotika, berhenti menggunakan obat batuk generik untuk mabuk-mabukan juga dapat menyebabkan gejala sakau. Misalnya saja mual, muntah, pusing, lemas, menggigil, badan terasa sakit, sampai gangguan tidur.

Efek “membahagiakan” yang didapat dari mabuk obat batuk datang dari lonjakan dopamin dan serotonin yang dilepaskan otak secara berlebihan, sebagai reaksi rangsangan obat. Secara otomatis, efek nagih ini akan membuat tubuh membutuhkan penggunaan obat yang berulang demi memuaskan kebutuhan akan kebahagiaan ekstrem tersebut.

Lama kelamaan, penyalahgunaan obat yang berkepanjangan akan merusak sistem dan sirkuit reseptor motivasi dan penghargaan otak sehingga menyebabkan ketergantungan. Maka, apabila dosis mendadak dihentikan, atau dosisnya barang dikurangi sedikit saja, muncullah gejala sakau alias putus obat. Dalam kasus yang lebih serius, seseorang juga mungkin akan mengalami depresi sebagai efek sakaunya.

Tak menutup kemungkinan bahwa seseorang akan mengalami overdosis setelah berusaha untuk menenggak obat batuk demi “menyembuhkan” gejala sakaunya. Overdosis obat dapat terjadi tiba-tiba, ketika obat ditenggak dalam dosis tinggi untuk satu kali makan, atau secara bertahap saat zat obat perlahan menumpuk dalam tubuh selama jangka waktu lama. Overdosis obat adalah kondisi gawat darurat medis.

Tips bagi orang tua untuk mencegah penyalahgunaan obat-obatan pada anak

Tren mabuk obat batuk yang dilakukan banyak anak sekolah adalah salah satu cara murah-meriah bagi mereka untuk “teler” dan bersantai mengusir stres. Tren ini bisa dicegah dengan pengawasan orangtua dan pihak berwenang di sekolah. Berikut yang harus Anda perhatikan:

  • Ketahui jenis obat yang paling sering disalahgunakan. Mabuk obat batuk biasanya menggunakan obat-obatan yang mengandung DMP. Banyak obat batuk, pilek, dan flu generik yang mengandung DMP. Tapi, Komix, Coricidin, dan Robitusin adalah merek obat yang paling banyak digunakan.
  • Ketahui istilah lain dari obat tersebut. DMP memiliki banyak istilah di kalangan remaja. Pil dekstro, CCC, triple C, skittles, robo, red devil, sirup dekstro, adalah istilah lain penyebutan obat DMP.
  • Periksa kembali kotak obat di rumah. Tidak ada orang tua yang ingin menjadi pemasok obat terlarang untuk anak-anaknya. Artinya, Anda harus memperhatikan dan pantau dengan baik setiap obat yang Anda miliki di rumah. Jangan sampai, salah satu obat yang Anda miliki mengandung zat-zat yang justru berbahaya.
  • Berbicara dengan orangtua lainnya. Bagikan apa yang Anda ketahui tentang penyalahgunaan obat batuk beserta bahayanya dengan orang tua teman-teman anak Anda. Hal tersebut akan membantu Anda menyelamatkan anak-anak lain dari risiko penyalahgunaan obat-obatan.
  • Jadi panutan yang baik. Perilaku anak adalah cerminan dari orang tua. Itu sebabnya, berusalah untuk selalu jadi panutan yang baik bagi anak-anak Anda. Tidak susah, kok. Dimulai dari taat aturan dalam mengonsumsi obat, misalnya. Minumlah obat dalam dosis yang memang sudah ditentukan oleh dokter ataupun yang tertera pada kemasan.
  • Ajak anak berkomunikasi. Bicaralah dengan anak-anak Anda secara langsung tentang risiko penyalahgunaan obat terlarang, dan sebutkan penyalahgunaan obat batuk secara khusus. Meskipun obat-obatan tersebut berasal dari apotek, tidak berarti mereka bebas dari risiko penyalahgunaan obat-obatan di kemudian hari.

The post Apa Bahayanya Kalau Minum Obat Batuk Dengan Tujuan Mabuk-mabukan? appeared first on Hello Sehat.

Original Article