Apa Saja Penyebab ASI Jadi Sedikit?

SehatFresh.com – ASI adalah makanan terbaik untuk bayi. Air Susu Ibu (ASI) memiliki banyak manfaat bagi bayi, salah satunya dapat meningkatkan imunitas bayi. Beberapa ibu merasa ASI mereka tidak pernah cukup untuk bayi. Jika Anda mengalami hal itu, berikut ini ada enam penyebab ASI sedikit:

  1. Pemakaian Alat Kontrasepsi yang Hormonal. Cukup banyak ibu menyusui dan menggunakan alat kontrasepsi pil merasa produksi ASI tidak berpengaruh, namun beberapa ibu lainnya merasakan berbeda. Para ibu tersebut merasa produksi ASI mereka menurun. Hal tersebut memang bisa terjadi jika ibu mulai mengonsumsi pil KB itu sebelum bayi mereka berusia empat bulan. Cara mudah untuk kembali meningkatkan produksi ASI adalah dengan menghentikan pemakaian pil KB tersebut. Sebelum melakukannya, ibu sebaiknya berkonsultasi pada dokter dan mencari tahu metode kontrasepsi mana yang tepat.
  1. Bayi yang lahir prematur biasanya mudah lelah saat menghisap payudara ibu, akibatnya pengeluaran ASI menjadi tidak maksimal.
  2. Ketidakmampuan bayi menghisap ASI dengan baik membuat payudara kurang mendapatkan rangsangan untuk mengeluarkan ASI.
  3. Tekhnik menyusui yang baik dan benar dapat mempengaruhi sedikit atau banyaknya ASI yang keluar, Bayi tidak menghisap puting payudara Ibu dengan baik karena perlekatan mulut bayi ke areola mammae yang kurang benar, seperti Seorang bayi yang mengantuk, atau sedang mengalami sakit kuning, tidak mampu untuk menghisap ASI dengan baik.
  4. Puting Lecet, Dapat Mengganggu Proses Pemberian ASI, usahakan untuk sering berganti posisi, agar puting tidak mudah lecet.
  5. Saat Lahir, bayi berada di ruangan yang terpisah dari anda maka jadwal menyusui akan menjadi sulit, dan mengganggu pasokan serta produksi ASI Anda. Menjaga bayi Anda sedekat mungkin selama siang dan malam, serta tidak terpisah, adalah cara yang terbaik untuk meningkatkan produksi ASI
  6. Kondisi medis seperti bentuk puting yang masuk kedalam (inverted nipples), datar, dan infeksi pada puting, dapat menyebabkan puting nyeri, sehingga bayi sulit mendapatkan ASI yang dibutuhkannya. Jika puting sakit dan lecet, berikan krim pelembab alami, yang aman untuk mengatasi masalah tersebut.
  7. Tidak Disusui di Malam Hari. Bayi memang butuh tidur yang cukup, namun bukan berarti ibu bisa membiarkannya tidur terus sepanjang malam. Bayi yang jarang atau malah sama sekali tidak menyusu di malam hari bisa memiliki masalah penambahan berat badan. Setiap ibu memiliki kemampuan berbeda dalam menyimpan ASI di payudaranya. Dengan tidak menyusui di malam hari, produksi ASI ibu menurun. Tidak hanya itu, kadar prolaktin (hormon yang memberikan sinyal ke payudara untuk memproduksi ASI) juga lebih banyak di malam hari. Jadi jika hormon itu semakin rendah, produksi ASI ibu pun bisa menurun. Intinya, menyusui di malam hari penting untuk menjaga produksi ASI tetap banyak.

Segeralah berkonsultasi dengan konsultan laktasi bila pasokan ASI Anda sangat rendah untuk dilakukan pemeriksaan seperti mengidentifikasi faktor risiko, mengevaluasi banyaknya ASI yang keluar setiap kali menyusui dan akan memperbaiki drainase susu dengan membantu memompa payudara dengan tepat. (KKM)

Original Article