Apakah Anda Termasuk Lansia Super-Ager? Cari Tahu Cirinya di Sini!

Usia lanjut identik dengan tubuh yang kian hari makin membungkuk dan kemampuan otak yang makin melambat. Banyak juga penyakit yang mulai bermunculan saat usia sudah semakin tua, seperti diabetes, demensia, penyakit paru obstruktif kronik, dan lainnya. Meski memang segala penurunan fungsi tubuh ini adalah bagian alami dari proses penuaan, tak berarti Anda harus ikut terjebak dalam stereotip “kakek-nenek” yang selama ini ada di masyarakat. Banyak orang-orang usia lanjut yang memiliki kebugaran fisik dan mental jauh lebih baik dibandingkan individu lain seusianya — atau bahkan yang lebih muda. Mereka disebut sebagai lansia super ager.

Apa itu lansia super ager?

Lansia super ager adalah istilah yang merujuk pada kelompok lansia dengan kualitas kemampuan fisik dan mental yang secara umum lebih baik dibandingkan individu seusianya. Bahkan, tingkat kebugaran mereka bisa 20-30 tahun lebih muda daripada lansia lainnya yang sebaya. Sederhananya, usia di kartu identitas mereka boleh saja menunjukkan umur 80 tahun. Tapi berkat kesehatan tubuhnya, usia tubuh lansia super ager bisa jadi menunjukkan ia berumur 50-an. Istilah super ager pertama kali dikenalkan oleh ahli saraf Marsel Mesulam.

Keunggulan ini membuat mereka tetap dapat beraktivitas tanpa gangguan di usia senja. Beberapa studi dalam beberapa tahun terakhir menunjukan kelompok super ager memiliki volume otak yang lebih tebal dan cenderung lebih sedikit mengalami kerusakan. Dengan demikian, selain lebih tahan banting terhadap kemunculan penyakit fisik, mereka juga cenderung berisiko lebih rendah terhadap masalah degeneratif otak, seperti demensia dan Alzheimer.

Seperti apa ciri dan karakteristik lansia super ager?

Seorang lansia bisa dikatakan termasuk golongan super ager ketika kemampuan otaknya masih terbilang optimal. Dalam artian, kemampuannya untuk mengingat, mengatur memori, berkonsentrasi, mengambil keputusan, dan menghapal lebih baik daripada tipikal orang lanjut usia biasanya. Sebuah studi di Harvard menemukan bahwa IQ dan tingkat pendidikan lansia super ager tidak berpengaruh banyak terhadap ketajaman kualitasnya, namun mereka cenderung memiliki perspektif pemecahan masalah yang sedikit berbeda.

Pasalnya, suatu studi pada tahun 2016 menunjukan bahwa beberapa bagian otak (korteks) lansia super ager, di antaranya anterior temporal cortex, rostral medial prefrontal cortex, dan anterior midcingulate cortex cenderung masih terjaga. Ketajaman otak ini membuat individu super-ager lebih berkeinginan kuat untuk keluar dari zona nyamannya, seperti saat mencoba berbagai hal dan area keahlian yang baru.

Selain kondisi otak, individu super-ager juga dapat diukur berdasarkan kebugaran fisik yang dimilikinya. Kebugaran tubuh seseorang bisa diukur dari berbagai hal. Misalnya dari tingkat kebugaran otot, kebugaran jantung, dan kebugaran paru-paru. Kebugaran bagian-bagian tubuh ini bisa ditingkatkan dan dilatih dengan beraktivitas fisik dan olahraga.

Suatu studi menemukan bahwa individu yang berolahraga secara rutin semenjak dini sampai usia lanjut memiliki kebugaran jantung dan paru yang sama dengan kelompok dewasa muda usia 30-an, setelah diukur lewat indikator VO2 max. Indikator nilai VO2 max diukur berdasarkan kemampuan fisik saat berolahraga kardio. Semakin tinggi nilai VO2 max, maka semakin kecil risiko gangguan penyakit kardiovaskuler dan demensia pada seseorang.

Berbagai hal yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan fisik dan mental menjelang usia lanjut

Penuaan merupakan dampak penumpukan dari berbagai kerusakan molekuler dan seluler dari waktu ke waktu. Pada akhirnya hal ini menyebabkan penurunan kapasitas fisik dan mental, meningkatkan risiko penyakit, dan kemudian berujung pada kematian.

Meski begitu, hal yang dapat mendorong seseorang untuk lebih tahan banting terhadap proses penuaan masih terus diteliti. Hasil penelitian hingga saat ini menunjukkan bahwa terus beraktivitas fisik dan melatih otak merupakan hal penting agar tubuh dapat bertahan melewati proses penuaan.

Untuk menjadi seorang lansia super-ager, Anda perlu untuk terus mengasah kemampuan mental dan fisik. Penting untuk selalu menggunakan otak untuk berpikir agar otak memiliki volume yang stabil dan terbiasa bekerja. Sedangkan kebugaran fisik bisa diasah dengan rutin beraktivitas fisik untuk membantu menjaga kemampuan aerobik serta menjaga aliran darah jantung dan otak agar tetap normal.

Jangan lupa juga untuk menerapkan pola makan sehat dan seimbang untuk semakin mendukung kebugaran fisik dan mental Anda menjelang usia lanjut. Penelitian telah menunjukan diet yang sehat, seperti diet mediterania, dapat mempertahankan kemampuan otak dan mencegah proses penyusutan otak secara keseluruhan. Selain itu, penting juga untuk selalu mengusahakan mendapat tidur cukup untuk menghilangkan zat sisa plak beta-amyloid yang menempel di otak, yang diketahui dapat memicu demensia.

The post Apakah Anda Termasuk Lansia Super-Ager? Cari Tahu Cirinya di Sini! appeared first on Hello Sehat.

Original Article