Benarkah Orang yang Punya Penyakit Maag Tidak Boleh Makan Beras Ketan?

Ketan dari beras adalah makanan yang cukup sering ditemukan di Indonesia. Ketan dapat ditemui di berbagai jenis olahan, misalnya dibuat dalam bentuk kue, lemper, tape, ditambahkan gula merah, dan lain-lain. Namun, ada banyak mitos yang mengatakan bahwa ketan tidak bagi bagi pencernaan, terutama buat orang yang punya lambung sensitif. Benarkah ketan tidak boleh dimakan oleh orang yang punya maag, misalnya karena penyakit refluks asam lambung? Simak penjelasan lengkap soal risiko makan ketan untuk maag berikut ini.

Mengenal beras ketan

Ketan yang banyak dikosumsi di Asia dan Amerika Selatan ini termasuk jenis beras. Ketan disebut juga glutinous rice. Perlu diketahui, walaupun mirip secara kata-kata, glutinous rice tidak ada hubungannya dengan gluten. Pada beberapa orang dengan penyakit celiac, makanan dengan gluten dapat menyebabkan reaksi dan gangguan pencernaan. Seperti jenis beras lainnya, glutinous rice atau beras ketan tidak mengandung gluten sehingga aman dikonsumsi oleh orang dengan penyakit celiac.

Walaupun sama-sama memiliki karbohidrat yang tinggi, beras ketan berbeda dengan beras pada umumnya. Ketan disebut dengan glutinous rice karena sifatnya yang lengket. Sifat lengket ini memang sudah menjadi ciri khas dari beras ketan.

Benarkah beras ketan berbahaya bagi lambung?

Menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh Dong Up Song dan timnya yang dipublikasikan di Chonnam Medical Journal PMC NIH, beras ketan atau glutinous rice memiliki efek protektif terhadap lambung. Percobaan ini dilakukan pada tikus dan terbukti dapat melindungi lambung dari luka pada mukosa lambung oleh etanol dan indometasin. Dengan kata lain, beras ketan dapat melindungi lambung dari luka.

Walaupun terdapat riset mengenai efek perlindungan lambung serta tidak terdapat gluten yang dapat memicu timbulnya reaksi alergi celiac, pada umumnya para ahli sepakat bahwa konsumsi ketan seharusnya dibatasi untuk orang dengan maag dan penyakit lambung lainnya seperti tukak lambung. Mengapa begitu? Berikut ini adalah beberapa fakta yang perlu Anda tahu seputar risiko makan ketan untuk maag dan penyakit lainnya.

Ketan memicu refluks asam lambung

Seperti beras lainnya, ketan termasuk sumber karbohidrat. Makanan yang mengandung banyak karbohidrat seperti beras, roti, pasta, dan sumber makanan pokok lainnya dapat merangsang gejala masalah pencernaan seperti perut kembung dan terasa penuh.

Nah, menurut penelitian dari jurnal ilmiah Neuroenterology and Motility tahun 2013, kalau perut Anda sudah terlalu penuh, makanan yang belum habis dicerna bisa naik lagi ke kerongkongan Anda. Hal ini akan menimbulkan gejala refluks asam lambung yang dinamakan heartburn, yaitu munculnya rasa perih di dada atau ulu hati.

Ketan termasuk bahan makanan yang mengandung gas

Rita Ramayulis dalam buku DIET untuk Penyakit Komplikasi mengelompokkan beras ketan ke dalam makanan yang mengandung gas, merangsang asam lambung, dan sulit dicerna. Makanan yang mengandung gas akan membuat perut Anda kembung dan tidak nyaman. Apalagi bagi orang yang punya maag dan penyakit lambung lainnya.

Jadi, apakah orang dengan maag tidak boleh makan ketan?

Maag atau penyakit asam lambung disebabkan oleh berbagai macam hal. Bukan cuma dari satu jenis makanan yang Anda konsumsi. Karena itu, ketan pada dasarnya aman untuk dikonsumsi asal tidak berlebihan.

Namun, jika Anda mengalami berbagai gejala setelah makan ketan, misalnya mual, mulas atau pusing, ada baiknya Anda segera berhenti dan konsultasikan ke dokter untuk mengetahui penyebabnya lebih jauh.

Selain itu, untuk mencegah bahaya ketan untuk maag, sebaiknya Anda tidak makan olahan beras ketan dalam bentuk apa pun ketika sudah merasakan berbagai gejala gangguan pencernaan seperti mual dan rasa perih di lambung atau dada.

The post Benarkah Orang yang Punya Penyakit Maag Tidak Boleh Makan Beras Ketan? appeared first on Hello Sehat.

Original Article