Benarkah Rutin Minum Kopi Turunkan Risiko Kanker Kulit Melanoma?

Banyak dari kita sering minum kopi di pagi hari sebagai ritual penyemangat memulai aktivitas seharian penuh. Nah, sebuah studi terbaru menunjukkan bahwa ternyata kebiasaan ngopi bisa mengurangi risiko kanker kulit melanoma, jenis kanker kulit yang paling mematikan. Kok bisa?

Apa itu kanker kulit melanoma?

Melanoma maligna (MM) adalah salah satu jenis kanker kulit yang mematikan dan kejadiannya telah sangat meningkat di seluruh dunia dalam beberapa tahun terakhir. Banyak faktor yang dapat memengaruhi risiko seseorang untuk terkena kanker kulit melanoma maligna, seperti paparan sinar ultraviolet (UV), jenis kulit, warna kulit, faktor genetik, dan lain-lain.

Sinar ultraviolet diketahui sebagai salah satu faktor utama yang paling memengaruhi risiko melanoma maligna. Beberapa faktor makanan atau nutrisi termasuk jumlah konsumsi ikan, sayuran dan buah-buahan diketahui memiliki efek pencegahan terhadap melanoma. Beberapa penelitian lain juga melaporkan bahwa beta karoten dan vitamin A, C, D, dan E juga memberikan efek perlindungan.

Namun demikian, beberapa faktor yang telah teridentifikasi diatas hanya memiliki pengaruh yang kecil terhadap penurunan risiko melanoma. Minum kopi dipercaya memiliki efek perlindungan yang lebih besar.

Semakin banyak minum kopi, semakin rendah risiko melanoma

Untuk mempelajari apakah terdapat hubungan antara jumlah konsumsi kopi dengan risiko melanoma, Erikka Loftfield, MPH, dari National Cancer Institute mengumpulkan data sebanyak 447.357 orang partisipan yang tidak menderita kanker kulit pada awal penelitian. Kemudian para partisipan diminta untuk mengisi kuesioner tentang makanan mereka yang meliputi frekuensi minum kopi setiap hari. Pada akhir periode penelitian terdapat 2.905 partisipan yang terkena melanoma.

Para peneliti menemukan bahwa semakin banyak kopi yang diminum oleh partisipan setiap hari, maka semakin kecil kemungkinan mereka untuk terkena melanoma. Minum sebanyak empat cangkir kopi sehari, maka akan menurunkan risiko melanoma sebesar 20 persen.

Peneliti mencatat bahwa kaitan tersebut hanya ditemukan pada partisipan yang mengonsumsi kopi berkafein, bukan kopi tanpa kafein. Selain itu, minum kopi hanya tampak mengurangi risiko melanoma maligna, bukan melanoma in-situ, suatu keadaan dimana sel melanoma belum menyebar melampaui sel luar kulit.

Bagaimana kopi mencegah kanker kulit melanoma?

Kafein dalam kopi telah dilaporkan dapat menghambat karsinogenesis atau pembentukan kanker kulit akibat sinar UV. Asupan kafein dapat memperlambat apoptosis atau kematian sel yang rusak akibat sinar UV, meningkatkan eliminasi DNA sel yang rusak, dan mengurangi peradangan sehingga tidak menjadi sel kanker. Selain itu, kafein juga dapat menghambat metastasis atau penyebaran sel kanker melanoma. Oleh karena itu, memperbanyak asupan kopi dipercaya dapat mencegah perkembangan melanoma.

Apakah kita harus minum kopi untuk mencegah melanoma?

Para peneliti yakin bahwa rutin minum kopi memiliki dampak yang besar terhadap penurunan angka kejadian melanoma. Namun peneliti juga mengatakan bahwa hasil yang mereka temukan tidak mengharuskan seseorang untuk meningkatkan konsumsi kopi mereka demi semata untuk mengurangi risiko kanker kulit. Hal terpenting yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko melanoma adalah melindungi diri dari paparan sinar matahari dan radiasi sinar UV.

Meskipun banyak penelitian telah menunjukkan manfaat kesehatan dari kopi, penting untuk diingat bahwa kebanyakan minum kopi dapat menyebabkan insomnia, kegelisahan, jantung berdebar, tremor, dan nyeri perut.

The post Benarkah Rutin Minum Kopi Turunkan Risiko Kanker Kulit Melanoma? appeared first on Hello Sehat.

Original Article