Benarkah Tes Pap Smear Itu Menyakitkan?

Tidak sedikit wanita yang menunda atau bahkan menolak pemeriksaan pap smear karena takut sakit. Padahal, pap smear ini penting dilakukan untuk mendeteksi sel yang diduga jadi bibit dari kanker serviks. Lantas, apakah benar pap smear pasti menyebabkan rasa sakit pada vagina? Cari tahu faktanya lewat ulasan berikut ini.

Pemeriksaan pap smear itu sakit atau tidak?

berhubungan seks setelah pap smear

Wanita yang berusia 21 tahun atau telah aktif secara seksual dianjurkan untuk melakukan pap smear. Pap smear adalah prosedur medis yang dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya masalah pada serviks atau leher rahim wanita yang mengarah pada kanker serviks.

Pada dasarnya, prosedur pap smear cenderung sederhana, cepat, dan tidak menimbulkan rasa sakit. Hanya saja, Anda mungkin akan merasa sedikit tidak nyaman atau kram perut sesaat atau setelah pemeriksaan.

Tes pap smear dilakukan dengan memasukkan alat yang disebut dengan spekulum ke dalam vagina. Alat ini berfungsi untuk melebarkan vagina supaya dokter bisa melihat leher rahim.

Setelah vagina terbuka, dokter akan mengambil sampel sel-sel serviks Anda dengan alat yang disebut spatula. Nah, semua proses inilah yang membuat wanita cenderung merasa tidak nyaman saat melakukan pap smear. Mengapa demikian?

Vagina dikelilingi oleh otot yang dapat berkontrasi atau mengendur, tergantung kondisi Anda pada saat itu. Tes pap smear biasanya akan menimbulkan rasa tidak nyaman bahkan sakit ketika Anda merasa gugup atau ketakutan, yang kerap terjadi saat pemeriksaan berlangsung.

Ketika Anda gugup, otot vagina biasanya akan mengencang dan kaku. Hal ini dapat menyulitkan dokter untuk melihat leher rahim Anda. Alhasil, Anda merasa semakin tidak nyaman dan memperlambat proses pemeriksaan.

Sebaliknya, otot vagina dapat lebih rileks jika Anda lebih tenang. Spekulum akan lebih mudah masuk ke dalam vagina dan prosesnya akan semakin cepat selesai.

Supaya merasa nyaman, apa yang harus dilakukan saat tes pap smear?

dideteksi lewat pap smear

Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi sensasi tidak nyaman saat pemeriksaan pap smear. Cara yang paling utama adalah dengan memahami prosedur pap smear itu sendiri.

Kalau Anda sudah tahu proses pap smear itu seperti apa, maka Anda cenderung akan lebih rileks dan tidak kaget. Alat pap smear pun akan lebih mudah dimasukkan dan tidak menimbulkan rasa sakit.

Sebaliknya, semakin Anda memikirkan proses pap smear, Anda akan takut dengan proses tersebut karena belum tahu tahapannya. Nah, tentu saja hal ini akan membuat otot panggul semakin kaku dan timbul rasa tidak nyaman bahkan sakit.

Jadi, jangan ragu untuk bertanya ke dokter sebelum pemeriksaan pap smear dimulai, entah tentang tahapan prosedur hingga efek samping yang mungkin akan terjadi.

Agar tes pap smear berjalan dengan lancar, atur napas Anda setenang mungkin untuk mengendurkan otot-otot vagina. Anda juga bisa mengobrol dengan dokter atau perawat untuk mengalihkan perhatian Anda. Semakin Anda tenang menjalaninya, Anda bisa saja tidak sadar bahwa pemeriksaan ini telah selesai tanpa menimbulkan rasa sakit.

Jika hasil pap smear positif, apakah artinya saya terkena kanker serviks?

pemeriksaan pap smear

Setelah selesai melakukan pemeriksaan, Anda tidak akan langsung tahu hasilnya positif atau negatif. Hasil pap smear biasanya baru diketahui setelah satu sampai tiga minggu kemudian.

Jika hasilnya negatif, ini artinya serviks atau leher rahim Anda dalam kondisi sehat dan normal. Namun, bagaimana jika hasilnya positif? Apakah ini artinya Anda terkena kanker serviks?

Dilansir dari Verywell, hasil tes pap smear yang positif bukan berarti Anda lantas divonis terkena kanker serviks. Hasil ini hanya menunjukkan adanya sel-sel abnormal di leher rahim Anda, bisa jadi pada tingkat atypia (paling ringan) sampai karsinoma in situ (kanker).

Untuk memperjelas diagnosis, Anda mungkin akan diminta untuk melakukan pap smear ulang dalam 6 sampai 12 bulan ke depan untuk memantau perubahan sel. Kemungkinan lainnya, Anda mungkin dianjurkan untuk melakukan kolposkopi atau biopsi untuk melihat jaringan vagina dan leher rahim lebih jelas.

The post Benarkah Tes Pap Smear Itu Menyakitkan? appeared first on Hello Sehat.

Original Article