Beragam Sumber Vitamin D Selain Sinar Matahari

Berdasarkan hasil penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Pharmacology & Pharmacotherapeutic, para peneliti memperkirakan bahwa hampir 50% orang di seluruh dunia kekurangan vitamin D. Padahal, vitamin ini merupakan salah satu jenis vitamin penting yang sangat diperlukan tubuh, loh!

Vitamin D berperan untuk menyerap mineral pada jaringan tulang dan gigi, menjaga daya tahan tubuh secara keseluruhan, serta melawan berbagai macam penyakit seperti kanker, diabetes tipe 1, dan osteoporosis. Lantas, dari mana kita bisa mendapatkan asupan vitamin ini? Ketahui jawabannya dalam artikel ini.

80% vitamin D yang dibutuhkan tubuh berasal dari sinar matahari

Tubuh Anda akan memproduksi vitamin D secara otomatis ketika terpapar sinar matahari dengan mengubah kolesterol pada kulit menjadi calcitriol (vitamin D3). Vitamin ini merupakan bentuk lain dari vitamin D yang akan langsung disalurkan ke hati dan ginjal untuk menghasilkan vitamin tersebut yang dibutuhkan oleh tubuh.

Berapa lama harus berjemur, dan jam berapa waktu terbaik?

Karena risiko kanker kulit, tidak ada rekomendasi secara resmi berapa banyak atau berapa lama Anda harus terpapar sinar matahari. Tapi, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Anda hanya perlu terpapar sinar matahari setidaknya 5 sampai 15 menit di lengan, tangan, dan wajah, setidaknya dua sampai tiga kali dalam seminggu tanpa menggunakan tabir surya, terutama bagi Anda yang memiliki kulit putih pucat.

Untuk wilayah Indonesia, waktu berjemur yang direkomendasikan adalah mulai pukul 10 pagi hingga jam 2 siang.

Jadi, Anda tidak perlu ‘membakar’ kulit Anda berjam-jam untuk mendapatkan vitamin ini. Pasalnya, kulit yang terpapar sinar matahari dalam waktu yang sebentar saja, dapat menghasilkan jumlah vitamin D yang dibutuhkan tubuh untuk kebutuhan sehari.

Berapa asupan vitamin D yang dibutuhkan setiap hari?

Sebelum mengetahui sumber makanan yang mengandung vitamin D, ketahui dulu asupan ideal perhari vitamin ini yang dianjurkan dalam AKG di Indonesia:

  • Lahir sampai 1 tahun – 200 IU (5 mcg/hari)
  • 1 tahun sampai 64 tahun – 600 IU (15 mcg/hari)
  • Lebih dari 64 tahun – 800 IU (20 mcg/hari)
  • Wanita hamil dan menyusui – 600 IU (55 mcg/hari)

Berbagai sumber vitamin D selain dari sinar matahari

Matahari memang menjadi sumber utama produksi vitamin D di dalam tubuh. Tapi, bagi Anda yang memang tidak memiliki cukup waktu untuk sekedar berjemur di bawah paparan sinar matahari atau karena memang faktor cuaca yang tidak mendukung, Anda bisa menemukan beragam sumber vitamin lainnya tersebut dari makanan yang Anda konsumsi sehari-hari.

Berikut ini berbagai makanan yang menjadi sumber vitamin D terbaik:

  • Minyak ikan cod
  • Salmon
  • Tuna
  • Sarden
  • Makarel
  • Kuning telur
  • Hati sapi
  • Jamur kancing
  • Susu
  • Sereal yang diperkaya vitamin D
  • Udang
  • Kaviar

Selain beragam makanan dan minuman yang sudah disebutkan di atas, Anda juga bisa mendapatkan asupan vitamin ini dari suplemen. Bagi sebagian orang, suplemen vitamin D mungkin dapat membantu mencukupi asupan vitamin tersebut yang dibutuhkan tubuh. Anda bisa mengonsumsi suplemen CDR.

Dalam satu tablet CDR, terkandung vitamin D sebanyak 300 IU yang setara dengan 75 persen kebutuhan vitamin D harian Anda. Jangan lupa, sebelum mengonsumsi suplemen, konsultasikan terlebih dahulu ke dokter untuk mendapatkan petunjuk mengenai konsumsi suplemen tersebut dengan tepat.

The post Beragam Sumber Vitamin D Selain Sinar Matahari appeared first on Hello Sehat.

Original Article