Berapa Lama Narkoba Biasanya Bertahan dalam Darah dan Urin?

Sama seperti obat-obatan resep resmi dokter, zat psikotropika dan obat terlarang juga memiliki durasi seberapa lama mereka bisa “tinggal” dalam tubuh setelah konsumsi pertama. Semakin banyak dan lama suatu zat dapat bertahan dalam tubuh, maka semakin kuat dan tahan lama efek obatnya. Inilah yang mendasari dilakukannya tes urin dan tes darah oleh aparat berwenang terhadap calon tersangka pengguna narkoba, atau bahkan pada calon pegawai/pelajar/mahasiswa di instansi terkait.

Pasalnya, tes urin dan darah dapat memberi tahu mereka apakah Anda merupakan pengguna aktif atau bukan — termasuk juga jenis obat yang dipakai. Anda bisa lulus tes jika hasil dari tesnya negatif, yang berarti tidak ditemukan narkoba dalam sistem tubuh Anda. Pernahkah Anda berpikir berapa lama narkoba dalam urin dan darah akan bertahan?

Tes urin tidak selalu untuk mendeteksi positif narkoba

Tes untuk mengecek kadar narkoba dalam tubuh dinamakan dengan tes toksikologi atau skrining toksikologi. Tes teksikologi dilakukan untuk mengecek adanya kandungan obat-obatan atau bahan kimia seperti narkoba dalam urin, darah, dan air liur.

Seperti yang Anda telah ketahui, obat-obatan seperti narkoba bisa masuk ke sistem tubuh dengan ditelan, dihirup, disuntikkan, atau diserap melalui kulit. Tes juga bisa dilakukan pada isi lambung serta keringat. Namun kedua terakhir amat jarang dilakukan.

Tes toksikologi dapat mengenali hingga 30 jenis obat-obatan berbeda dalam satu kali tes. Jenis obatnya pun tidak terbatas untuk golongan narkotika saja. Tes toksikologi juga dapat mendeteksi resdiu obat resmi untuk keperluan pengobatan medis, misalnya aspirin, vitamin, suplemen, bahkan juga dapat mendeteksi kandungan alkohol dalam darah.

Skrining toksikologi akan dilakukan untuk beberapa tujuan seperti berikut ini.

  • Untuk keperluan penelitian, misalnya untuk mengetahui apakah kasus overdosis obat-obatan tertentu dapat menyebabkan gejala yang membahayakan nyawa, kehilangan kesadaran hingga perilaku yang aneh. Biasanya ini dilakukan dalam 4 hari setelah obat dimakan
  • Untuk melihat penggunaan obat-obatan terlarang yang bisa meningkatkan kemampuan atlet, seperti steroid
  • Untuk mengecek penggunaan narkoba di tempat kerja atau untuk proses rekrutmen. Biasanya tes ini akan dilakukan di tempat kerja seperti pengemudi bis, taksi hingga orang-orang yang bekerja di child care
  • Untuk kepentingan rencana pengobatan/penyelamatan. Mirip dengan poin pertama, skirining obat dalam urin dan darah dapat dilakukan pada orang-orang yang mengalami overdosis obat (tak selalu overdosis obat terlarang; bisa saja overdosis paracetamol yang berpotensi merusak hati)

Bagaimana cara kerja tes toksikologi narkoba dalam urin?

Tes toksikologi untuk mendeteksi narkoba dalam tubuh bisa berbeda tergantung keperluan dan metode yang dipakai — lewat tes urin atau tes darah.

Prosedur tes darah untuk mendeteksi narkoba dalam darah

Skrining narkoba dapat dilakukan dengan tes darah di rumah sakit atau klinik kesehatan, dengan cara yang sama seperti saat Anda ambil darah. Tidak ada persiapan khusus sebelum menjalani tes ini.

Tenaga medis yang bertugas mengambil darah Anda akan melakukan langkah-langkah sebagai berikut:

  • Melilitkan sabuk elastis di sekitar lengan bagian atas Anda untuk menghentikan aliran darah. Hal ini membuat pembuluh darah di bawah ikatan membesar sehingga memudahkan untuk menyuntikkan jarum ke dalam pembuluh
  • Membersihkan bagian yang akan disuntikkan dengan alkohol
  • Menyuntikkan jarum ke dalam pembuluh darah. Mungkin diperlukan lebih dari satu jarum.
  • Memasangkan tabung ke jarum suntik untuk diisi dengan darah
  • Melepaskan ikatan dari lengan Anda ketika pengambilan darah dirasa sudah cukup
  • Menempelkan kain kasa atau kapas pada bagian yang disuntik, setelah selesai disuntik
  • Memberi tekanan pada bagian tersebut dan kemudian memasang perban

Prosedur tes urin untuk mendeteksi narkoba dalam darah

Skrining narkoba dapat dilakukan dengan tes urin di rumah sakit atau klinik kesehatan, dengan cara yang sama seperti saat Anda cek urin untuk penyakit tertentu. Tidak ada persiapan khusus sebelum menjalani tes ini. Tapi biasanya akan ada petugas berjenis kelamin sama dengan Anda yang akan mengawasi dan memastikan Anda tidak memasukkan sesuatu atau mengutak-atik sampel urin yang dapat mengubah hasil aslinya.

Begini kira-kira prosedur menjalani tes urin untuk narkoba:

  • Cuci tangan Anda dan pastikan Anda sudah bersih ketika akan mengambil urin
  • Ambil wadah yang digunakan untuk meletakkan urin Anda. Jangan sentuh bagian dalam dari wadah dengan tangan Anda
  • Bersihkan alat kelamin Anda dengan tisu atau kain
  • Mulailah buang air kecil seperti biasa, tapi urin harus ditampung di wadah steril tersebut. Pastikan wadah terisi urin sekitar 90 mL
  • Setelah itu, pastikan sampel urin Anda tidak terkontaminasi oleh benda-benda lain seperti tisu toilet, feses, darah, atau rambut

terapi urine minum air kencing

Biasanya, narkoba dalam urin atau air liur lebih mudah untuk dideteksi dibandingkan dengan narkoba yang ada di dalam darah.

Berapa lama bertahannya narkoba dalam urin dan darah?

Berikut ini adalah faktor-faktor yang menyebabkan berapa lama obat-obatan seperti narkoba akan bertahan dalam sistem tubuh Anda.

  • Tipe tes yang dilakukan
  • Besar dosis narkoba yang dikonsumsi
  • Toleransi tubuh terhadap narkoba
  • Metabolisme tubuh
  • Adanya kondisi medis tertentu

Berikut ini adalah berapa lama akan bertahan obat-obatan seperti narkoba dalam urin dan darah. Perlu ditekankan, bahwa informasi yang diberikan di sini bersifat pengetahuan dan tidak bermaksud untuk mengelabui pihak-pihak yang akan melakukan skrining penyalahgunaan narkoba.

  • Alkohol akan bertahan 3-5 hari dalam urin dan 10-12 jam dalam darah
  • Amfetamin akan bertahan 1-3 hari dalam urin dan 12 jam dalam darah
  • Barbiturat akan bertahan 2-4 hari dalam urin dan 1-2 hari dalam darah
  • Benzodiazepin akan bertahan 3-6 minggu dalam urin dan 2-3 hari dalam darah
  • Ganja akan bertahan 7-30 hari dalam urin dan 5 hari-2 minggu dalam darah
  • Kokain akan bertahan 3-4 hari dalam urin dan 1-2 hari dalam darah
  • Kodein akan bertahan 1 hari dalam urin dan 12 jam dalam darah
  • Heroin akan bertahan 3-4 hari dalam urin dan 12 jam dalam darah
  • LSD akan bertahan 1-3 hari dalam urin dan 2-3 jam dalam darah
  • Ekstasi atau MDMA akan bertahan 3-4 hari dalam urin dan 1-2 hari dalam darah
  • Metafetamin akan bertahan 3-6 hari dalam urin dan 2-3 hari dalam darah
  • Metadon akan bertahan 3-4 hari dalam urin dan 24 hingga 36 jam dalam darah
  • Morfin akan bertahan 2-3 hari dalam urin dan 6-8 jam dalam darah

Jenis tes yang paling akurat untuk mendeteksi residu narkoba yang tertinggal dalam tubuh sebenarnya adalah lewat analisa rambut. Analisa rambut dapat membeberkan detil riwayat penggunaan alkohol, amfetamin, heroin, ganja, sampai morfin dalam 90 hari terakhir.

The post Berapa Lama Narkoba Biasanya Bertahan dalam Darah dan Urin? appeared first on Hello Sehat.

Original Article