Hati-hati, Virus Zika Bisa Ditularkan Lewat Hubungan Seksual

Kasus virus Zika telah banyak muncul di mana-mana tetapi belum banyak yang diketahui tentangnya. Kebanyakan orang berusaha mencegah penularan Zika dengan cara melindungi diri dari gigitan nyamuk. Namun tahukah Anda bahwa Zika juga ternyata bisa ditularkan lewat hubungan seksual?

Virus Zika dapat menular lewat seks

Kasus pertama yang membuktikan bahwa Zika bisa ditularkan lewat hubungan seks adalah pada Juli 2016 di New York City. Saat itu, otoritas kesehatan Amerika Serikat melaporkan bahwa seorang wanita menularkan virus Zika ke seorang pria melalui seks tanpa pengaman. Sebelum itu, para ahli hanya pernah menemukan kasus di mana pria menularkan virus ini ke pasangannya melalui seks, serta penularan dari gigitan nyamuk.

“Laporan penularan infeksi virus Zika secara seksual dari wanita ke pria di New York City ini adalah kasus pertama yang didokumentasikan tentang penularan seksual Zika dari wanita ke pasangan seksnya. Ini menambah informasi baru tentang penularan Zika secara seksual,” kata CDC.

Wabah pertama yang dsebabkan oleh infeksi Zika baru-baru ini dilaporkan dari pulau Yap pada tahun 2007. Saat ini, ada beberapa negara yang mengalami wabah virus Zika.

Peningkatan penularan virus Zika telah disertai dengan peningkatan kasus mikrosefali dan sindrom Guillain-Barre. Zika pertama kali diidentifikasikan di Uganda di tahun 1947 pada monyet, dan kemudian diidentifikasikan pada manusia di tahun 1952.

Bagaimana cara mencegah penularan virus Zika?

Jika seorang ibu hamil terkena virus Zika, ini dapat menyebabkan cacat lahir, termasuk kelainan otak dan tengkorak yang disebut mikrosefali.

Penemuan terbaru tentang penularan Zika lewat hubungan seks, membuat saran perlindungan diri bagi ibu hamil lebih luas lagi. Selain melindungi diri dari gigitan nyamuk, kini para pria dan wanita yang ingin mengurangi risiko penularan virus Zika secara seksual harus menggunakan metode perlindungan saat berhubungan seks, yaitu dengan memakai kondom. Tentu saja cara paling efektif adalah setia pada satu pasangan saja, dan hindari seks sama sekali saat bepergian ke daerah dengan penularan aktif virus Zika.

Otoritas kesehatan mendesak ibu hamil untuk menghindari seks, atau hanya berhubungan seks menggunakan kondom, jika suaminya telah bepergian ke atau tinggal di daerah di mana terdapat virus Zika.

Saran ini bukan hanya untuk melindungi ibu hamil atau wanita yang sedang berusaha hamil, tapi juga untuk memperlambat penularan Zika dari turis yang terinfeksi ke masyarakat lainnya.

Untuk melindungi diri dari virus Zika, ada beberapa hal yang harus dilakukan:

  • Semua ibu hamil dengan pasangan seksnya yang tinggal di atau bepergian ke daerah dengan Zika harus menggunakan kondom saat berhubungan seks, atau puasa seks selama sisa waktu masa kehamilannya.
  • Tidak berhubungan seks akan mengeliminasi risiko tertular Zika dari seks.
  • Kondom dapat mengurangi kemungkinan tertular Zika dari seks.
  • Kondom mencakup kondom pria dan kondom wanita.
  • Dental dam (lembaran lateks atau poliuretan) juga dapat digunakan untuk beberapa jenis seks oral (mulut ke vagina atau mulut ke anus).
  • Supaya efektif, kondom harus digunakan dari awal hingga akhir, di setiap saat melakukan seks vaginal, anal, dan oral, dan di penggunaan mainan seks bersama orang lain.
  • Tidak berbagi mainan seks dapat mengurangi risiko penularan Zika ke pasangan seks.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

The post Hati-hati, Virus Zika Bisa Ditularkan Lewat Hubungan Seksual appeared first on Hello Sehat.

Original Article

Add Comment