Hidradenitis Suppurativa, Penyakit yang Menyerupai Jerawat pada Ketiak

Penyakit hidradenitis suppurativa mungkin terdengar asing di telinga anda, namun sebenarnya penyakit ini terbilang tidak jarang, dimana di dunia, terdapat kira-kira 1-4% penderita.

Hidradenitis suppurativa berbeda dengan jerawat.

Hidradenitis suppurativa sering disalahartikan dengan jerawat. Memang, kedua kondisi ini memiliki gejala dan tanda yang hampir mirip. Keduanya sama-sama memiliki gejala berupa benjolan berwarna merah yang nyeri, berisi nanah dan dapat menimbulkan bekas. Namun, sebenarnya hidradenitis suppurativa sama sekali berbeda dengan jerawat.

Hidradenitis suppurativa atau acne inversa merupakan keadaan inflamasi kronis pada kulit yang terdapat kelenjar apokrin (salah satu macam kelenjar keringat).

Sedangkan jerawat merupakan kondisi inflamasi kronis pada kulit akibat penyumbatan pada kelenjar sebasea (kelenjar minyak).

Apa keunikan hidradenitis suppurativa?

Hidradenitis suppurativa biasanya muncul di tempat-tempat yang mudah berkeringat, paling sering di daerah ketiak, selain itu dapat juga muncul di daerah genital, selangkangan, dada, dan bokong. Karakteristik dari penyakit ini adalah munculnya radang pada daerah terkait, yang kemudian akan berkembang menjadi benjolan berisi nanah yang mirip jerawat, namun pada hidradenitis suppurativa biasanya benjolan ditemukan lebih besar dengan rasa nyeri seperti melepuh dan dapat berkembang menjadi abses. Kemudian, setelah beberapa waktu, benjolan tersebut dapat mengempis dengan sendirinya, tetapi dengan meninggalkan bekas berupa jaringan parut, dapat berupa hanya berupa perubahan warna kulit, sampai keloid. Penyakit ini juga memiliki karakteristik yaitu bersifat kronis dan sifatnya hilang timbul. Biasanya setelah sembuh, tidak berapa lama kemudian, akan muncul benjolan lagi di sekitar daerah yang sama.

Siapa yang berisiko mengidap hidradenitis suppurativa?

Penyakit ini biasanya menyerang wanita, dimana perbandingan antara penderita wanita dan pria adalah 3:1. Biasanya penyakit ini muncul pertama kali pada usia sekitar 20 tahun.

Selain itu, ditemukan bahwa merokok dan obesitas juga merupakan beberapa faktor risiko hidradenitis suppurativa. Beberapa sumber juga mengutarakan bahwa beberapa pasien yang mengidap hidradenitis suppurativa memiliki keluarga dengan riwayat penyakit serupa.

Apakah penyakit ini dapat disembuhkan?

Sampai saat ini, hidradenitis suppurativa belum dapat disembuhkan secara total. Terdapat beberapa jenis tindakan yang dapat dilakukan, tetapi belum ada yang benar-benar dapat memberikan kesembuhan secara total, karena hidradenitis suppurativa sendiri dasarnya bersifat rekuren atau hilang timbul secara terus menerus.

Beberapa hal yang dapat dilakukan adalah dengan mengatur pola diet, dimana penelitian mengatakan bahwa mengurangi konsumsi produk dairy-free dapat membantu meringankan kondisi ini. Selain produk dairy-free, menghindari konsumsi produk yang tinggi gula dan tepung-tepungan juga dikatakan dapat membantu mengurangi angka kesakitan.

Selain itu, penting untuk menjaga kebersihan, menggunakan pakaian dalam yang longgar (untuk mengurangi gesekan dengan luka), dan penderita dapat menggunakan kompres hangat untuk mengurangi rasa nyeri dan radang.

The post Hidradenitis Suppurativa, Penyakit yang Menyerupai Jerawat pada Ketiak appeared first on Hello Sehat.

Original Article