Kapan Waktu yang Tepat untuk Melepas KB Spiral (IUD)?

Intrauterine Device (IUD) atau KB spiral adalah metode KB jangka panjang yang cukup efektif. Jika Anda menggunakan IUD, suatu saat Anda mungkin harus mengeluarkannya karena satu alasan atau lainnya. Bagi kebanyakan wanita, proses mengeluarkan IUD sama mudahnya dengan proses pemasangan. Lantas, kapan waktu yang tepat untuk lepas KB spiral ini? Simak ulasannya di bawah ini.

Mengenal tipe IUD

posisi IUD bergeser

IUD adalah alat kontrasepsi berbentuk T yang dimasukkan ke dalam rahim untuk mencegah kehamilan. Ada dua jenis KB spiral yang biasa digunakan, yaitu IUD berlapis tembaga dan IUD hormonal.

KB spiral berlapis tembaga adalah alat kontrasepsi yang dilapisi tembaga pada batang dan lengan. Alat kontrasepsi ini berfungsi mencegah kehamilan dengan cara menghalangi sperma untuk membuahi sel telur sehingga membuat telur lebih sulit untuk dibuahi di dalam rahim.

Sementara, KB spiral hormonal adalah alat kontrasepsi yang dilapisi dengan hormon progestin sehingga membuat cairan serviks lebih kental, dan menipiskan lapisan rahim. Hal inilah yang membuat sperma tidak bisa masuk ke rahim.

Kapan saya harus lepas KB spiral?

jenis alat kontrasepsi
sumber: nhs.uk

Sebenarnya untuk lepas KB spiral bisa dilakukan kapan saja, sesuai dengan kebutuhan Anda. Namun, memang ada beberapa kondisi yang mengharuskan Anda lepas KB spiral meski masih menunda kehamilan.

KB spiral memiliki batas masa berlaku, untuk alat berlapis tembaga dapat mencegah kehamilan hingga 10 tahun setelah insersi. Jadi, Anda harus lepas KB spiral setelah jangka waktu tersebut.

Sementara IUD hormonal memiliki masa berlaku yang bervariasi, tergantung pada merek. Beberapa merek dapat mencegah kehamilan hingga tiga tahun, sedangkan yang lain bisa hingga lima tahun. Ketika masa berlakunya habis, maka Anda harus lepas KB spiral tersebut.

Sebelum masa berlaku IUD tersebut, jika Anda ingin mencoba hamil, Anda bisa minta dokter Anda untuk melepasnya.

Selain itu, dokter juga merekomendasikan untuk lepas KB IUD jika Anda mengalami:

  • Tekanan darah meningkat
  • Infeksi panggul
  • Endometritis (peradangan pada dinding rahim)
  • Kanker endometrium atau kanker serviks
  • Menopause

Jika ada efek samping lain atau rasa ketidaknyamanan terjadi, ini bisa menjadi alasan untuk melepas IUD.

Prosedur melepas IUD

hamil pakai IUD

Bagi sebagian besar wanita, prosedur melepas KB spiral adalah prosedur sederhana yang dilakukan di klinik dokter. Perlu diingat, jika proses ini hanya bisa dilakukan oleh dokter.

Selain sederhana, biasanya proses melepas KB spiral ini tak menimbulkan efek samping tertentu. Jadi Anda tak perlu cemas dan khawatir.

Untuk melepas IUD, dokter Anda akan memegang benang IUD dengan ring forceps. Dalam kebanyakan kasus, lengan IUD akan luruh ke atas, dan perangkat akan meluncur keluar.

Jika sudah ditarik dan IUD tidak keluar, dokter Anda akan melepas alat kontrasepsi ini dengan metode lain. Anda mungkin memerlukan histeroskopi untuk melepas IUD jika melekat ke dinding uterus Anda. Selama prosedur ini, dokter akan memperluas serviks Anda untuk memasukkan histeroskop.

Histeroskop menggunakan sebuah alat kecil yang dimasukkan ke rahim. Prosedur ini mungkin memerlukan pembiusan dan memakan waktu antara lima menit hingga satu jam.

Penelitian terbaru juga menunjukkan bahwa menggunakan bantuan ultrasound (USG), bisa jadi cara yang efektif untuk melepas KB IUD yang tak bisa dikeluarkan. Jika dibandingkan dengan histeroskop, menggunakan USG jauh lebih mudah dan murah.

Apa yang terjadi setelah saya melepas IUD?

Beberapa perdarahan atau kram ringan biasa terjadi selama, atau saat prosedur berlangsung. Beberapa dokter mungkin menyarankan beberapa wanita untuk meminum obat penghilang rasa sakit sebelum prosedur, supaya tak terlalu merasakan sakit ketika prosedur dilakukan.

Jika IUD dilepas karena infeksi, dokter mungkin akan meresepkan antibiotik atau perawatan lain.

Selama tidak ada komplikasi atau infeksi, IUD berlapis tembaga atau hormonal yang baru dapat dimasukkan segera setelah IUD lama dikeluarkan. Memasukkan IUD baru juga bisa dilakukan di hari yang sama.

Apa boleh melakukan hubungan seks setelah lepas KB spiral?

Melakukan hubungan seksual di hari-hari sebelum dan setelah melepas IUD dibolehkan saja dan terbilang aman.

Namun, perlu diingat jika Anda sudah tidak menggunakan alat kontrasepsi apapun, peluang kehamilan kembali tinggi. Sperma akan dengan mudah masuk dan membuahi sel telur.

Bahkan sperma bisa bertahan di dalam saluran reproduksi wanita selama 5 hari setelah berhubungan seks. Hal ini membuat kehamilan mungkin terjadi jika Anda melakukan seks beberapa hari sebelum IUD dilepas.

New Zealand Family Planning merekomendasikan untuk menghindari hubungan seksual setidaknya 7 hari setelah prosedur melepas IUD, jika pasien tidak ingin hamil.

Namun, sebagai alternatif, Anda bisa menggunakan metode kontrasepsi lain. Setelah melepas IUD, jika beralih ke kontrasepsi oral, bentuk perlindungan lain harus digunakan selama 7 hari sampai kontrasepsi oral mulai bekerja.

The post Kapan Waktu yang Tepat untuk Melepas KB Spiral (IUD)? appeared first on Hello Sehat.

Original Article