Kebiasaan Tidur yang Buruk Bisa Membuat Anda Terkena Penyakit Jantung

Sebagian proses perbaikan tubuh, terutama pada jantung, terjadi saat seseorang tidur. Namun demikian, proses perbaikan tersebut ditentukan oleh kualitas tidur yang ditandai dengan waktu tidur yang cukup. Tidak terlalu sebentar ataupun terlalu lama. Baik kurang tidur maupun tidur terlalu lama memiliki cara masing-masing dalam berdampak terhadap kesehatan jantung.

Bagaimana pola tidur dapat mempengaruhi kesehatan jantung?

Baik tidur terlalu sebentar atau terlalu lama diduga menjadi faktor risiko dari penyakit jantung. Hal tersebut juga merupakan sesuatu yang umum, di mana sekitar 44% penderita penyakit jantung koroner juga diketahui mengalami gangguan tidur. Para peneliti yakin bahwa tidur yang tidak teratur tersebut berdampak terhadap kesehatan jantung melalui dua cara, yaitu:

  1. Efek langsung terhadap kesehatan fisik – melalui dampak dari kekurangan energi, gangguan metabolisme, peningkatan nafsu makan, sekresi hormon stress kortisol serta proses inflamasi pembuluh dari akibat meningkatnya tekanan darah dan detak jantung.
  2. Efek tidak langsung melalui perilaku – pola tidur memicu gaya hidup yang tidak sehat yang disebabkan oleh gangguan mood, kelelahan dan malas bergerak serta gangguan kognitif seperti penurunan kemampuan untuk manajemen stress serta efek negatif terhadap pengambilan keputusan untuk menerapkan gaya hidup sehat.

Mengalami perubahan pola tidur dalam beberapa waktu, misalnya seperti ketika merawat anak atau anggota keluarga atau mengalami insomnia karena stress, merupakan hal yang wajar dan merupakan gangguan pola tidur yang dapat dengan mudah diatasi. Namun gangguan pola tidur kronis seperti yang berlangsung dalam waktu yang lama secara berturut-turut dapat menimbulkan dampak yang serius terhadap kesehatan jantung.

Faktor risiko penyakit jantung yang terjadi akibat kurang tidur

Beberapa penyebab munculnya penyakit jantung dapat terjadi ketika seseorang mengalami gangguan pola tidur, di antaranya:

1. Obesitas

Obesitas dikenal sebagai pemicu kerusakan jantung dan pembuluh darah karena dapat meningkatkan tekanan dan kolesterol darah secara signifikan. Kenaikan berat badan akibat kurang tidur merupakan bentuk gangguan dari fungsi metabolisme.

Dalam hal ini, obesitas dapat dipicu oleh dua hal yaitu proses pembakaran lemak dan hormon yang mempengaruhi nafsu makan. Saat kurang tidur, tubuh tidak menghasilkan energi dari simpanan makanan atau lemak dengan optimal. Selain itu, kekurangan waktu tidur juga menyebabkan kita lebih sedikit beraktivitas fisik dan menggunakan energi dari simpanan makanan.

Kurang tidur juga cenderung membuat kita bertambah lapar karena proses sekresi hormon rasa kenyang yang berperan menahan rasa lapar yaitu leptin cenderung lebih sedikit ketika kurang tidur.

2. Hiperglikemia dan risiko diabetes

Sebagai sindrom metabolik, diabetes memiliki fitur penyakit yang dapat merusak fungsi pembuluh darah yaitu peningkatan kadar gula darah atau hiperglikemia. Hal tersebut dapat terjadi karena kekurangan waktu mempengaruhi fungsi tubuh dalam melakukan metabolisme glukosa dan meningkatkan kadar gula darah. Akibatnya hiperglikemia dapat mempercepat penumpukan lemak pada pembuluh darah yang mengakibatkan timbulnya arterosklerosis yang merupakan tanda awal dari penyakit jantung koroner.

3. Peningkatan kolesterol

Kolesterol merupakan nutrisi penting yang diperoleh dari makanan, namun memerlukan proses metabolisme yang optimal, sehingga tidak terjadi penumpukan pada aliran darah. Ketika seseorang kekurangan waktu tidur, tubuh mereka mengalami kesulitan memetabolisme jenis kolesterol buruk atau low-density lipoprotein (LDL). Akibatnya jika terjadi dalam waktu yang lama, kadar kolesterol dalam darah akan meningkat dan dapat memicu kerusakan dalam pembuluh darah dan jantung.

4. Tekanan darah tinggi

Meningkatnya tekanan darah dan detak jantung merupakan dampak dari kekurangan waktu tidur yang paling cepat terjadi. Beberapa penelitian telah menunjukan kekurangan waktu tidur malam akan meningkatkan tekanan darah tepat pada keesokan harinya. Jika terjadi secara terus-menerus, maka peningkatan tekanan darah dapat menjadi hipertensi primer yang merupakan faktor risiko dari berbagai penyakit kardiovaskuler.

Dampak dari tidur terlalu lama terhadap kesehatan jantung

Rata-rata kecukupan waktu tidur berkualitas pada umumnya hanya memerlukan waktu 7 hingga 9 jam per harinya. Kelebihan waktu tidur yang terjadi secara terus-menerus dapat berdampak terhadap kesehatan tubuh secara keseluruhan dan efek yang ditimbulkan tidak jauh berbeda dari kekurangan waktu tidur.

Dampak paling sederhana dari kekurangan waktu tidur adalah berkurangnya porsi waktu untuk beraktivitas fisik sehingga lebih mudah mengalami kegemukan. Kelebihan berat badan dan kekurangan waktu tidur juga dapat memicu inflamasi kronis pada pembuluh darah karena terjadi kelainan ekspresi protein sitokin ketika seseorang tidur terlalu lama. Inflamasi pada pembuluh darah merupakan faktor risiko dari penyakit jantung stroke.

Kelebihan waktu tidur juga memicu masalah metabolisme seperti intoleransi glukosa, karena tubuh tidak merespon glukosa dengan normal untuk diserap dan dijadikan sebagai bahan energi. Hal ini akan berisiko memicu hiperglikemia yang dapat menyebabkan diabetes dan penyakit jantung.

The post Kebiasaan Tidur yang Buruk Bisa Membuat Anda Terkena Penyakit Jantung appeared first on Hello Sehat.

Original Article