Keseringan Pakai Shampoo Antikutu Malah Bikin Kutu Rambut Susah Hilang (Plus, Tips Mengatasinya)

Kutu di rambut bisa sangat menjengkelkan dan sulit dibasmi. Faktanya, kutu rambut susah hilang karena binatang kecil penghisap darah ini dapat bertahan hidup sampai 6 jam di kulit kepala bahkan bila Anda merendam rambut dalam air. Namun jika masalah ini tak kunjung hilang padahal Anda sudah mengerahkan berbagai cara untuk menghilangkannya, sebaiknya konsultasikan ke dokter. Kutu rambut susah hilang mungkin karena mereka sudah terlanjur bermutasi menjadi kutu “super”. Nah, lho! Apa sebabnya?

Kutu rambut susah hilang karena kebal obat

Cara yang paling efektif untuk membasmi kutu rambut adalah dengan menggunakan obat antikutu. Obat ini biasanya digunakan langsung pada kulit kepala layaknya shampo, untuk beberapa kali dalam sehari selama jangka waktu tertentu sampai kutu di rambut hilang tuntas.

Shampoo antikutu pada umumnya mengandung insektisida, zat beracun yang bekerja membunuh telur, larva dan induk serangga — termasuk kutu di rambut. Salah satu bahan aktif insektisida yang umum terkandung dalam obat kutu rambut komersil adalah permetrin dan piretrin.

Sebuah penelitian yang dipresentasikan dalam pertemuan American Chemical Society (ACS) baru-baru ini menemukan bahwa kutu di rambut zaman sekarang sudah mengalami mutasi genetik sehingga kebal terhadap efek obat antikutu. Temuan ini didapat setelah tim peneliti mengumpulkan sampel kutu rambut dari 30 negara bagian di Amerika Serikat.

Sama seperti bagaimana bakteri bisa kebal terhadap antibiotik, lama kelamaan mungkin saja kutu rambut susah hilang karena sudah sangat terbiasa dengan paparan bahan kimia yang sama berulang-ulang. Pola yang berkelanjutan ini menyebabkan kutu di rambut malah mengembangkan mekanisme pertahanan mereka dengan cara bermutasi, yang dapat menghentikan efek obat. Kutu-kutu mutan ini kemudian lanjut berkembang biak, dan terciptalah suatu koloni kutu rambut baru yang secara alami lebih tahan banting terhadap efek obat.

Cara menghilangkan kutu rambut selain pakai obat antikutu

Beberapa obat antikutu di pasaran yang lebih andal ada yang tersedia tanpa insektisida, sehingga dapat menekan risiko kutu rambut susah hilang. Oleh karena itu, sebaiknya Anda cermati label komposisi kemasannya sebelum membeli. Hindari obat antikutu yang mengandung organoklorin (lindane), organofosfat (malathion), karbamat (karbamat), piretrin (piretrum), piretroid (permetrin, phenothrin, bioallethrin), dan spinosad (spinosyn A dan spinosyn D).

Selain itu, ada banyak cara alternatif lain untuk membasmi kutu rambut. Misalnya dengan mengoleskan minyak esensial alami yang terbukti ampuh membasmi kutu rambut, seperti minyak kelapa, minyak mentol, minyak kayu putih, minyak lavender, minyak rosemary, minyak adas manis, minyak pala, minyak zaitun, dan minyak peppermint.

Begini caranya: campurkan 1 sdt minyak zaitun dengan 15-20 tetes minyak esensial pilihan Anda. Sebarkam minyak merata di kulit kepala dan gosok perlahan dengan kapas. Setelahnya, diamkan rambut lembap sepanjang malam, setidaknya 12 jam. Anda juga bisa mencampurkan 15-20 tetes minyak esensial dalam 100 ml alkohol gosok. Tuang campuran tersebut ke dalam botol semprot dan semprotlah rambut dengan cairan ini sampai lembap. Biarkan selama 12 jam. Esok harinya, sisir rambut Anda, kemudian keramas menggunakan shampoo, bilas, dan ulangi lagi. Ingat, menyisir rambut sangatlah penting untuk menghilangkan kutu di rambut Anda.

Selain itu, penting untuk menghindari kontak antar kepala dengan orang lain saat beraktivitas. Jangan berbagi barang-barang pribadi seperti sisir, sikat rambut, bantal, selimut, pakaian, dan sebagainya untuk mencegah penularan kutu rambut.

The post Keseringan Pakai Shampoo Antikutu Malah Bikin Kutu Rambut Susah Hilang (Plus, Tips Mengatasinya) appeared first on Hello Sehat.

Original Article