Mengapa Berat Badan Menjadi Masalah pada Siklus Menstruasi?

SehatFresh.com – Menstruasi adalah salah satu siklus yang dialami wanita di hampir sebagian besar hidupnya. Dari siklus menstruasi juga Anda jadi tahu seperti apa kesehatan tubuh Anda sebenarnya. Dari menstruasi pula Anda juga jadi lebih bisa memerhatikan kondisi tubuh, seperti misalnya jika muncul masalah saat menstruasi.

Salah satu yang menjadi penyebab masalah saat menstruasi adalah berat badan. Dilansir dari health.com, memiliki tubuh terlalu gemuk atau terlalu kurus bisa menyebabkan masalah yang akan berimbas pada menstruasi yang tidak sehat. Jika Anda terlalu gemuk, tubuh yang kelebihan lemak bisa memicu peningkatan kadar estrogen yang nantinya bisa menghentikan ovarium dalam melepaskan sel telur sementara endometroim terus menebal.

Wanita obesitas biasanya mengalami siklus menstruasi yang jarang, namun jika saatnya menstruasi bisa memakan waktu yang lama atau panjang. Terlalu gemuk akan memicu terlalu banyaknya produksi hormon estrogen yang juga bisa meningkatkan risiko kanker endometrium.

Sedangkan jika terlalu kurus, tubuh memiliki efek berlawan saat Anda obesitas. Tubuh jadi kurang menghasilkan hormon estrogen dan menyebabkan tubuh tidak cukup membentuk lapisan darah di dalam dinding rahim atau endometrium sehingga Anda tidak bisa mendapatkan menstruasi. Selama Anda tetap makan dengan nutrisi yang cukup dan tidak mengalami kemunduran siklus haid, tubuh yang kurus masih bisa diatasi.

Namun akan lebih baik lagi jika tubuh memiliki berat ideal, tidak terlalu gemuk juga tidak terlalu kurus. Jika pun kelebihan berat badan, pastikan tidak terlalu jauh dari angka berat badan ideal.

Struktur tubuh setiap wanita normal memiliki sepasang ovarium dimana setiap bulannya menghasilkan sebuah sel telur (ovum), yang siap untuk dibuahi melalui sebuah mekanisme siklus menstruasi. Pematangan ovum (ovulasi) merupakan kunci penting bagi seorang wanita dalam menjalani kehidupan reproduksinya untuk mendapatkan keturunan dikemudian hari.

Salah satu faktor yang berpengaruh adalah kegemukan (obesitas), yang identik dengan Hiperkolesterolemia dan berpengaruh terhadap proliferasi folikel atau pematangan ovum, yang diakhirinya termanifestasi sebagai gangguan siklus atau hand yang dapat digolongan dalam beberapa hal yakni:

  1. Kelainan dalam banyak darah dan lamanya pendarahan, yang meliputi hipermenorea atau menoragia dan hipomenorea
  2. Kelainan siklus yang meliputi polimenorea, oligomenorea, dan amenorea
  3. Pendarahan diluar siklus menstruasi atau metroragia
  4. Gangguan lain yang berkaitan dengan menstruausi seperti ketegangan pramenstruasi, mastidinia, rasa nyeri pada ovulasi, dan dismenorea.

Original Article