Mengenal Depresi Post Partum pada Pria

SehatFresh.com – Depresi post partum merupakan suatu kondisi dimana orangtua mengalami kecemasaan saat mengurus bayinya. Kondisi ini pada umumnya terjadi pada wanita yang berperan sebagai ibu dan baru memiliki bayi, akan tetapi tidak menutup kemungkinan jika depresi post partum terjadi pada wanita multipara atau yang telah memiliki anak lebih dari dua. Dalam dunia kebidanan kondisi ini merupakan lanjutan dari kondisi post partum blues.

Perbedaan post partum blues dan depresi post partum yaitu jika post partum blues terjadi pada minggu pertama setelah kelahiran bayi dan pada umumnya seseorang yang mengalami kondisi tesebut hanya merasa sedih dan khawatir tidak bisa mengurus bayinya. Sedangkan depresi post partum terjadi di minggu kedua setalah kelahiran bayi dan seseorang yang mengalami kondisi ini mengalami depresi dan gangguan kejiwaan yang dapat membahayakan dirinya sendiri dan bayinya.

Siapa sangka ternyata bahwa kondisi depresi post partum tidak hanya dapat terjadi pada wanita, akan tetapi kondisi ini juga dapat terjadi pada pria yang berperan sebagai ayah. Diperkirakan sekitar 1 dari 10 pria dapat mengalami kondisi tersebut. Menurut sebuah penelitia yang terdapat dalam Scandinavian Journal of Psychology menyatakan bahwa depresi post partum lebih sering terjadi pada seoarang pria yang berperan sebagai ayah baru.

Menurut Lund University menyatakan bahwa depresi post partum yang terjadi pada ayah dapat mempengaruhi perkembangan bayi. Hal tersebut terjadi karena bayi mendapatkan prilaku yang tidak tepat dari orangtuanya. Depresi post partum pada pria dapat disebabkan oleh beberapa faktor penyebab diantaranya yaitu terjadinya perubahan hormon dimana hormon testosteron mengalami penurunan dan hormon estrogen mengalami kenaikan, kurang tidur, faktor ekonomi, tekanan menjadi seoran ayah, hubungan yang kurang erat dengan sang istri atau istri mengalami depresi post partum.

Untuk mengetahui kondisi depresi post partum pada ayah, kenali tanda-tanda terjadinya kondisi tersebut, diantaranya sebagai berikut:

  1. Kehilangan gairah seks
  2. Selalu berfikir negatif terutama mengenai bayi
  3. Melakukan kebiasaan buruk seperti minum alkohol
  4. Muncul perasaan sedih, mudah marah dan tersinggung
  5. Hilangnya rasa ketertarikan terhadap bayi
  6. Sering berada di luar rumah dengan alasan karena tidak merasa betah dirumah
  7. Kurangnya interaksi dengan keluarga
  8. Mengalami perubahan pola makan dan tidur
  9. Mengalami beberapa masalah kesehatan seperti masalah pencernaan, sakit kepala dan nyeri otot
  10. Cenderung melakukan tindak kekerasan contohnya membanting barang atau melakukan kekerasan secara fisik
  11. Berniat untuk bunuh diri

Depresi post partum tentunya bukanlah suatu hal yang sepele untuk diabaikan, apabila di dalam keluarga anda terjadi hal tersebut sebaiknya anda harus melakukan penanganan agar tidak terjadi kepada hal buruk yang tidak diinginkan. Menurut Psouni salah satu penangan depresi postpartum pada pria yaitu menceritakan hal yang menjadi tekanan pria tersebut kepada orang lain dengan harapan berkurangnya beban dan bisa bahagia.

Perubahan gaya hidup yang sehat dapat menjadi salah satu alteratif untuk menangani depresi post partum pada pria dengan melakukan olahraga dan mengkonsumsi makanan yang sehat. Selain itu anda juga dapat meminta bantuan kepada dokter untuk memberikan obat anti depresi dan sebagai tempat berkeluh kesah atas masalah anda. (KMY)

Original Article