Mengenal Fungsi Sistem Koordinasi pada Tubuh Manusia

SehatFresh.com – Fungsi sistem koordinasi adalah untuk melancarkan gerakan tubuh manusia. Ketika Anda ingin melakukan sesuatu, maka secara otomatis otak kecil atau serebelum akan menerima informasi dari sistem sensorik, saraf tulang belakang otak dan bagian otak lainnya. Setelah terintegrasi dengan benar, Anda bisa bergerak dengan lancar sesuai keinginan, misalnya berjalan atau mengendarai sepeda.

Peranan otak kecil atau serebelum pada diri seseorang ternyata sangat penting. Meski tak menyebabkan kelumpuhan atau gangguan intelektual, terjadinya kerusakan pada serebelum dapat menyebabkan gangguan keseimbangan pada tubuh manusia. Gerakan Anda akan menjadi lebih lambat dan Anda bisa mengalami gemetar atau tremor.

Sistem koordinasi merupakan sistem organ di dalam tubuh yang mengatur serta mengendalikan kerja alat tubuh agar dapat bekerja dengan serasi dan sesuai dengan fungsinya masing-masing. Komponen sistem koordinasi pada tubuh manusia terdiri dari sistem saraf, indera dan sistem hormon pada manusia. Berikut adalah penjelasan mengenai ketiga komponen sistem koordinasi tersebut, berikut penjelasannya:

  1. Sistem Saraf

Sistem saraf adalah sistem koordinasi (pengaturan tubuh) yang berperan sebagai penghantar impuls (rangsangan) saraf ke susunan saraf pusat, pemrosesan impul saraf dan melakukan perintah untuk memberi tanggapan terhadap rangsangan yang diterima. Sistem saraf terdiri dari sistem saraf pusat dan neuron.

Neuron merupakan sel yang berperan menghantarkan impuls atau rangsangan dari panca indera menuju otak atau sumsum tulang belakang otak. Sistem saraf pusat adalah pusat dari sistem saraf yang memegang seluruh kendali dan pengaturan terhadap kerja jaringan saraf hingga ke sel-sel saraf. Sistem saraf pusat terdiri dari otak besar, otak kecil, sumsum tulang belakang (medula spinalis) dan lanjutan (medula oblongata).

  1. Sistem Indera

Sistem indera merupakan sistem organ yang berfungsi sebagai penerima rangsangan dari lingkungan sekitar. Sistem indera tediri dari lima macam indera yang biasa disebut dengan panca indera. Setiap indera memiliki sel penerima rangsangan khusus untuk mengenali keadaan lingkungan luar yang disebut eksoreseptor. Lima indera tersebut adalah indera penglihatan (mata), pendengaran (telinga), penciuman (hidung), pengecap (lidah) dan peraba dan suhu (kulit).

  1. Sistem Hormon

Sistem hormon merupakan sistem organ pada tubuh manusia yang berfungsi mengatur pengeluaran hormon. Hormon merupakan senyawa organik yang dihasilkan oleh endokrin memiliki fungsi memacu dan mengatur kerja suatu organ-organ tertentu. Sistem hormon tidak memiliki saluran khusus, namun langsung diedarkan oleh darah melalui pembuluh darah. Hormon dihasilkan oleh kelenjar endokrin. Kelenjar tersebut terdiri dari kelenjar hipofisis, kelenjar timus, kelenjar tiroid, kelenjar paratiroid dan kelenjar kelamin. (AGT)

Original Article