Menurut Para Ahli, Celana Dalam yang Terlalu Ketat Bisa Sebabkan Selulit

Selulit adalah salah satu masalah kulit kebanyakan yang dialami para wanita. Guratan-guratan putih lembut yang sering terdapat di lengan, paha, bokong, bahkan perut ini membuat kebanyakan wanita jadi tidak percaya diri. Mitosnya, celana dalam yang dikenakan sehari-hari oleh wanita juga dapat menjadi penyebab selulit. Apa benar demikian?

Benarkah celana dalam bisa menjadi penyebab selulit muncul?

Selulit umumnya disebabkan karena menumpuknya lemak di bawah kulit yang lama-lama muncul ke permukaan kulit. Tumpukan lemak ini membuat kulit terlihat bergelombang sebab jaringan ikat Anda terdorong ke atas permukaan kulit.

Selain itu, dr. Chery Kacher, seorang spesialis kulit dari New York menyatakan bahwa celana dalam yang terlalu ketat bisa menjadi penyebab selulit atau memperparah selulit yang sudah ada di tubuh Anda.

Memakai celana dalam ketat, seperti dijelaskan oleh dr. Chery Kacher, akan membuat sirkulasi aliran darah di sekitar paha, perut, dan bokong Anda jadi terhambat. Inilah yang kadang membuat selulit muncul. Selain itu, pemakaian celana dalam yang ketat ini bisa membuat tubuh jadi tidak bekerja maksimal saat membuang racun dalam tubuh lewat darah karena bisa saja terhambat.

Selain dr. Chery, seorang pakar anti-aging dari klinik Liondale di New York, dr. Lionel Bissoon juga membenarkan fakta bahwa penggunaan celana dalam ketat dapat menghambat aliran darah bagian bokong Anda. Ia bahkan mengatakan bahwa ketatnya celana dalam yang wanita kenakan kemungkinan membuat sistem limfatik (yang mengalirkan limfa atau kelenjar getah bening) di tubuh jadi tersumbat.

Dr. Bissoon mengakui bahwa masalah selulit ini mulai muncul di awal tahun 1970 dan 1980-an, masa di mana perubahan makanan, aktivitas sehari-hari, hingga pakaian dalam banyak terjadi. Orang-orang jadi mulai malas bergerak, ini menyebabkan penumpukan lemak di bagian-bagian tertentu jadi tidak terbakar maksimal.

Ditambah dengan penggunaan celana dalam ketat, seperti yang telah dijelaskan di atas, yang bisa memicu masalah selulit. Padahal di beberapa tahun sebelumnya, penggunaan model celana dalam wanita dan pria tidak seketat masa kini. Masyarakat di masa tersebut bahkan memakai pakaian dan celana dalam yang longgar, mirip seperti piyama.

Penyebab lain dari selulit pada wanita

Dikutip dari Everyday Health, para ahli diet juga menemukan adanya hubungan erat antara makanan yang dikonsumsi sehari-hari dengan selulit. Pola makan yang buruk seperti makan makanan berlemak dan tidak bergizi dapat menyebabkan selulit jadi gampang muncul.

Ditemukan juga bahwa beberapa orang yang sering makan makanan seperti yang makan lebih buah-buahan, sayuran, biji-bijian, dan daging tanpa lemak tampaknya memiliki selulit yang lebih sedikit dit tubuh mereka.

Selain itu, selulit dipicu juga oleh hormon esterogen pada wanita. Esterogen memiliki peranan penting pada pembuluh darah. Terlebih ketika hormon esterogen pada wanita mulai menurun yang akan menyebabkan reseptor pembuluh darah mengalami penurunan kerja sirkulasi darah di tubuh Anda. Menurunnya sirkulasi darah bisa membuat oksigen di bagian tubuh tersebut jadi berkurang, dan sel-sel lemak di dalamnya bisa membesar perlahan sehingga menyebabkan selulit.

Lalu adakah cara menghilangkan selulit yang ampuh?

1. Cryolipolysis

Ini adalah salah satu cara menghilangkan selulit dengan membekukan dan membunuh sel-sel lemak penyebab selulit. Setelah sel lemak mati, tubuh Anda secara alami akan membuangnya. Perawatan ini biasanya digunakan untuk membentuk tubuh, membuang lemak, dan juga dapat menghilangkan selulit. Diperlukan beberapa kali perawatan hingga kurun waktu 4 bulan untuk hasil yang maksimal.

2. Laser

Perawatan laser ini biasanya dibarengi dengan memijat bagian selulit, menyedot lemak berlebih, dan melaser bagian selulit itu sendiri menggunakan cahaya khusus. Laser dapat mencairkan lemak, memotong jaringan ikat untuk melonggarkan kerutan selulit, meningkatkan pertumbuhan kolagen dan mengencangkan kulit, meningkatkan aliran darah, serta mengurangi retensi cairan.

Sayangnya, metode ini harus dilakukan secara rutin. Sebab setiap enam bulan biasanya khasiat laser mulai menurun.

3. Terapi shockwave

Terapi ini biasanya digunakan dalam mengobati batu ginjal. Namun, menurut WebMD, terapi ini juga bisa membantu menghilangkan selulit. Pengobatan ini harus dilakukan dua kali seminggu selama 6 minggu atau lebih agar bisa maksimal hasilnya.

The post Menurut Para Ahli, Celana Dalam yang Terlalu Ketat Bisa Sebabkan Selulit appeared first on Hello Sehat.

Original Article