Merawat Orang Terkasih yang “Hobi Keluyuran” Karena Demensia

Salah satu tantangan dalam merawat orang demensia adalah mencegah pasien berjalan-jalan keluyuran sampai hilang. Ini memang sering terjadi, terutama bila orang terkasih Anda sedang merasa gelisah, bosan, atau kebingungan. Lalu bagaimana caranya memastikan agar orang terkasih Anda tetap aman? Simak tips-tips berikut ini.

Apa yang harus dilakukan jika Anda merawat orang demensia yang suka keluyuran?

Demensia adalah sebuah sindrom yang berkaitan dengan penurunan kemampuan fungsi otak. Misalnya berkurangnya daya ingat, menurunnya kemampuan berpikir, kesulitan memahami sesuatu, tidak bisa mengambil keputusan, dan mengalami keterbatasan bahasa, serta menurunnya kecerdasan mental. Sindrom ini umumnya menyerang orang-orang lanjut usia (di atas 65 tahun).

Orang dengan demensia mungkin berjalan tanpa tujuan karena berbagai alasan. Misalnya bosan atau untuk mencari sesuatu.

Bisa juga mereka berjalan untuk memenuhi kebutuhan fisik seperti haus, lapar, pergi ke toilet, atau ingin berolahraga tapi malah tersesat. Menemukan alasan seseorang yang demensia berjalan-jalan tidak jelas tentu bukan hal mudah, yang Anda bisa lakukan saat merawat orang demensia yang memiliki perilaku keluyuran ini adalah mengawasi dan mengatasi perilaku tersebut. Bagaimana caranya?

Olahraga teratur

Orang terkasih Anda mungkin sedang merasa gelisah atau cemas akan sesuatu. Kalau Anda melihatnya mondar-mandir di rumah atau terlihat gugup, sebaiknya ajak untuk berolahraga bersama. Misalnya jalan kaki di sekitar rumah atau melakukan senam tai chi.

Olahraga bisa membuat orang dengan demensia merasa lebih tenang. Selain itu, dengan berolahraga teratur, hasrat untuk berjalan-jalan keluyuran bisa ditekan.

Pasang kunci baru

Jika Anda merawat orang demensia, pertimbangkanlah untuk pasang kunci baru yang posisinya lebih tinggi atau lebih rendah karena orang demensia tidak akan berpikir untuk melihat hal yang tidak bisa dijangkau oleh mata dalam posisi normal.

Hal ini bertujuan untuk menghindari orang terkasih keluar rumah saat anggota keluarga yang lain terlelap atau tidak ada di tempat. Akan tetapi, pastikan di rumah tidak ada sesuatu yang membahayakan dirinya. Misalnya gunting, karena mungkin dipakai oleh pasien untuk membuka pintu secara paksa.

Pasang papan arah

Kadang, orang terkasih Anda tidak benar-benar ingin pergi keluar, tetapi hanya tersesat. Misalnya ketika sedang mencari kamar mandi atau dapur. Oleh sebab itu, pasang papan arah di rumah Anda untuk menandakan di mana letak kamar, toilet, dapur, ruang makan, dan sebagainya.

Hal ini bisa membantu pasien menentukan arah dan tidak langsung ke pintu utama dan keluar rumah.

Pasang CCTV

Jika memungkinkan, pasang sistem keamanan rumah atau sistem pemantauan seperti CCTV yang dirancang untuk mengawasi seseorang dengan demensia. Ada banyak perangkat digital yang memungkinkan Anda untuk melacak seseorang seperti GPS. Anda bisa meletakkannya di jam tangan, kalung, atau sabuk pasien. Hal ini akan mempermudah Anda jika suatu saat Anda tidak bisa mengawasi pasien secara langsung.

Sembunyikan barang-barang tertentu

Jauhkan barang-barang seperti jaket, dompet, payung, kacamata, jam tangan, atau barang-barang yang biasa digunakan orang demensia saat keluar rumah. Beberapa orang tidak bisa keluar jika tidak menggunakan barang-barang tertentu.

Pakaikan gelang identitas

Jika Anda sedang merawat orang demensia, Anda bisa memakaikannya gelang identitas atau menjahit identitasnya di setiap pakaian yang dimilikinya. Pastikan juga Anda selalu memiliki foto terbaru untuk berjaga-jaga jika ia menghilang dan Anda ingin melapor pada pihak yang berwenang.

Bagikan nomor telepon

Beritahu tetangga Anda mengenai perilaku anggota keluarga Anda yang suka keluyuran. Pastikan mereka memiliki nomor telepon Anda jika suatu saat orang terkasih Anda hilang.

The post Merawat Orang Terkasih yang “Hobi Keluyuran” Karena Demensia appeared first on Hello Sehat.

Original Article