Pendengaran Terganggu, Apakah Karena Efek Samping Kemoterapi?

Ada berbagai macam obat yang digunakan dalam pengobatan kemoterapi. Masing-masing obat yang digunakan pun memiliki efek samping yang berbeda-beda. Selain dapat membuat kelelahan, mual, muntah, dan rambut rontok, efek samping obat kemoterapi juga dapat memengaruhi pendengaran. Mengapa hal ini bisa terjadi? Simak penjelasannya di bawah ini.

Efek samping obat kemoterapi terhadap pendengaran

efek samping kemoterapi

Obat-obatan kemoterapi termasuk golongan obat keras yang bekerja cepat untuk membunuh sel kanker dalam tubuh, termasuk sel-sel yang normal. Tak heran kalau obat kemoterapi sering kali memberikan efek samping jangka pandek maupun panjang pada pasien kanker. Salah satu efek samping obat kemoterapi yang penting untuk diperhatikan adalah gangguan fungsi pendengaran.

Sebenarnya banyak obat kemoterapi yang bersifat ototoksitas, atau yang dapat menimbulkan gangguan pendengaran. Beberapa obat kemoterapi dapat menyebabkan kerusakan koklea, yaitu sel-sel rambut sensorik di telinga bagian dalam. Akibatnya, hal tersebut dapat menghambat suara ke saraf pendengaran, sehingga suara tidak mencapai otak.

Obat-obatan kemoterapi juga dapat menyebabkan tinnitus, yaitu telinga berdenging. Hal ini sering kali membuat para pasien kemoterapi mendengar suara dering, dengung, deru, decak, atau mendesis secara berulang dan terus-terusan meskipun tidak ada sumber suara di sekitarnya.

Efek samping lain seperti pusing dan masalah kesimbangan juga dapat terjadi sebagai efek dari obat-obatan kemoterapi yang bersifat ototoksitas.

Jenis obat kemoterapi yang dapat menyebabkan gangguan pendengaran

sakit kepala di belakang telinga

Salah satu obat kemoterapi yang diketahui dapat bersifat toksin terhadap telinga adalah cisplatin. Biasanya masalah pendengaran yang diakibatkan dari efek samping obat kemoterapi cisplatin adalah gangguan pendengaran frekuensi tinggi, yang menyebabkan pendengaran pasien jadi kurang jelas. Berdasarkan penelitian, anak-anak paling rentan terhadap efek samping ini.

Obat kemoterapi lainnya yang mungkin dapat menimbulkan efek samping gangguan pendengaran adalah cyclophosphamide, carboplatin, dan bleomycin. Efek samping obat kemoterapi ini sebenarnya tergantung dari beberapa faktor seperti dosis, durasi, serta kepatuhan pasien dalam menggunakan obat.

Dalam beberapa kasus, gangguan pendengaran akan hilang setelah pasien berhenti mengonsumsi obat-obatan tersebut. Meski begitu, masalah pendengaran juga bisa terjadi secara permanen dan tidak bisa disembuhkan.

Bisakah efek samping ini dicegah?

telinga berdarah

Jika Anda telah didiagnogis kanker dan akan menjalani kemoterapi, penting bagi Anda untuk memerhatikan setiap perubahan yang terjadi pada tubuh Anda. Termasuk perubahan pada sistem dengar Anda. Beberapa tanda yang harus diperhatikan salah satunya adalah gejala tinnitus (telinga berdenging). Apabila Anda mengalami masalah pendengaran setelah melakukan kemoterapi, jangan ragu untuk segera konsultasi ke dokter.

Beberapa obat antibiotik, pereda nyeri, ataupun diuretik juga diketahui memiliki efek samping terhadap pendengaran. Oleh sebab itu, jika Anda sedang rutin mengonsumsi obat-obatan tersebut, konsultasikan pada dokter terkait ada tidaknya obat alternatif lainnya untuk mengurangi risiko gangguan pendengaran lebih lanjut.

Yang tak kalah penting, pastikan Anda selalu tahu obat jenis apa yang sedang Anda konsumsi, kegunaannya, aturan pakai, serta efek samping yang mungkin terjadi. Ingat, meskipun mungkin terkadang Anda merasakan adanya perubahan gejala penyakit, jangan pernah menambahkan atau mengurangi dosis obat sendiri tanpa persetujuan dokter.

Secara umum, ada beberapa hal sederhana yang dapat Anda lakukan untuk mencegah bertambah parahnya masalah pendengaran akibat efek obat kemoterapi. Di antaranya adalah:

  • Hindari penggunaan cotton bud atau korek kuping untuk membersihkan telinga.
  • Sebagai gantinya, Anda dapat minta bantuan profesional dari dokter THT untuk membersihkan telinga Anda.
  • Hindari pula suara yang terlalu keras dan bising karena dapat menyebabkan kerusakan serius pada telinga Anda.

The post Pendengaran Terganggu, Apakah Karena Efek Samping Kemoterapi? appeared first on Hello Sehat.

Original Article