Penderita Diabetes Lebih Rentan Terkena Stroke, Benarkah?

Menderita diabetes berarti harus mulai memperhatikan segala detail terkait kesehatan sejeli mungkin. Mulai dari perubahan pilihan makanan, menyeimbangkan dengan olahraga, hingga konsumsi obat-obatan jika diperlukan. Bagaimana tidak? Diabetes yang dapat disebut sebagai ibu dari berbagai penyakit ini memang dapat membawa berbagai komplikasi terhadap kesehatan tubuh jika kita abai.

Penderita diabetes memiliki masalah pada cara kerja insulin yang tidak maksimal sehingga gagal memasukkan glukosa ke dalam sel tubuh untuk dipecah menjadi energi. Terdapat dua jenis diabetes, yaitu diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2. Orang yang memiliki diabetes tipe 1 tidak memiliki kemampuan untuk memproduksi insulin dalam tubuhnya. Sementara itu, orang dengan diabetes tipe 2 sebenarnya masih dapat memproduksi insulin, hanya saja insulin yang dihasilkan tidak dapat menjalankan tugasnya secara efektif.

Absennya serta kekurangan insulin dalam proses metabolisme inilah yang kemudian mengakibatkan aliran darah dipenuhi oleh glukosa. Glukosa tidak dapat masuk untuk dipecah di dalam tubuh, sehingga tetap mengalir bebas di dalam pembuluh darah. Keadaan inilah yang kemudian dapat menimbulkan berbagai komplikasi jika dibiarkan. Mulai dari penyakit ginjal, komplikasi mata, penyakit jantung hingga penyakit kardiovaskuler, salah satunya stroke akibat diabetes.

Hubungan diabetes dan stroke

Diabetes dan stroke memiliki hubungan yang cukup erat, terutama apabila Anda tidak mengendalikan diabetes yang dimiliki. Penderita diabetes rentan terkena komplikasi penyakit kardiovaskuler (termasuk jantung dan juga stroke). Dibandingkan dengan orang normal, mereka dengan diabetes memiliki risiko 1,5 kali lebih besar untuk terserang stroke. Pada penderita diabetes, insulin yang seharusnya berperan memasukkan glukosa ke dalam sel tubuh, tidak bekerja dengan baik. Akibatnya, glukosa yang seharusnya dipecah menjadi energi di dalam sel tubuh tetap berkumpul dalam pembuluh darah bahkan ketika kadarnya sudah terlalu tinggi.

Gula darah berlebih yang berada dalam pembuluh darah dapat menyebabkan pembentukan aterosklerosis. Aterosklerosis adalah suatu kondisi terbentuknya sumbatan kolesterol dalam pembuluh darah, yang mengakibatkan pembuluh darah itu sendiri menjadi kaku. Jadi, sangat wajar apabila orang yang diabetesnya tidak terkontrol sangat rawan memiliki sumbatan di pembuluh darah, termasuk pembuluh darah di otak.

Diabetes juga dapat membuat tubuh Anda lambat dalam merespons serangan stroke yang terjadi. Pada orang normal, ketika otak Anda kekurangan asupan oksigen, arteri lain akan mengambil alih untuk meneruskan oksigen agar tetap berjalan sampai ke otak. Namun, cerita berbeda terjadi pada mereka, penderita diabetes. Orang dengan diabetes biasanya memiliki pembuluh darah yang lebih kaku, atau mungkin saja tersumbat oleh plak kolesterol. Hal ini dikenal dengan aterosklerosis dan membuatnya semakin sulit meneruskan oksigen sampai ke otak. Ketika aterosklerosis menyumbat sirkulasi darah, saat itulah stroke akibat diabetes terjadi.

Ketika Anda berhasil menjalankan kontrol gula darah yang cukup baik, kesempatan terkena stroke akibat diabetes tentu akan menjadi lebih sedikit dibandingkan dengan mereka yang tidak mampu mengontrolnya. Hal ini disebabkan oleh apabila gula darah Anda terjaga dalam kadar normal, kemungkinan terjadinya aterosklerosis akan ikut menurun. Tak hanya memperhatikan kadar gula yang beredar dalam darah, memberikan perhatian pada kadar kolesterol dan tekanan darah juga akan membantu diabetesi untuk mencegah risiko terjadinya stroke akibat diabetes.

Apa itu stroke?

Stroke merupakan penyakit yang muncul ketika pasokan darah ke otak mengalami gangguan. Gangguan tersebut muncul akibat aliran darah yang tak mampu mencapai otak karena terhalang sumbatan. Akibatnya, suplai oksigen dan nutrisi ke otak juga terganggu. Ketika kondisi tersebut terjadi selama tiga sampai empat menit, sel-sel otak akan mulai mati dan dapat menimbulkan kerusakan permanen seperti masalah berbicara, kelumpuhan, dan masalah penglihatan.

Terdapat dua jenis stroke, yaitu:

Stroke iskemik. Stroke jenis ini merupakan stroke yang paling umum terjadi. Sekitar 87 persen dari stroke yang terjadi adalah stroke iskemik. Stroke iskemik terjadi akibat tersumbatnya aliran darah ke otak.

Stroke hemoragik lebih tidak umum dibandingkan dengan stroke iskemik. Stroke ini terjadi akibat pecahnya pembuluh darah di otak yang pada akhirnya mengganggu fungsi otak. Stroke ini dapat meningkatkan risiko kematian yang lebih tinggi dibandingkan dengan stroke iskemik.

Mencegah stroke akibat diabetes

Satu-satunya cara bagi penderita diabetes untuk mencegah munculnya berbagai macam komplikasi, termasuk stroke akibat diabetes adalah dengan mengontrol kadar gula darah dalam tubuh. Kontrol gula darah, baik melalui gaya hidup sehat ataupun terapi obat-obatan akan membantu tubuh bekerja sesuai dengan fungsinya masing-masing.

Beberapa hal lain yang juga perlu diperhatikan sebagai upaya untuk mencegah munculnya stroke bagi pada penderita diabetes adalah berhenti merokok. Merokok dan diabetes diketahui akan semakin memperburuk kondisi tubuh serta meningkatkan peluang terjadinya serangan jantung akibat kandungan pada rokok yang dapat menyumbat aliran darah. Selain itu rutin melakukan pengecekan darah juga dapat menjadi salah satu cara mencegah penyakit sebelum bertambah buruk.

Kunci dari diabetes adalah disiplin. Disiplin dalam mengelola kadar gula darah lewat terapi obat, perubahan pola makan, serta olahraga seimbang masih menjadi cara terbaik untuk menjaga agar kadar gula darah tetap berada dalam batas aman.

The post Penderita Diabetes Lebih Rentan Terkena Stroke, Benarkah? appeared first on Hello Sehat.

Original Article