Pramugari Lebih Berisiko Tinggi Kena Kanker Payudara, Ungkap Studi Harvard (Kenapa?)

Pramugari adalah salah satu profesi yang cukup banyak diminati wanita muda. Kapan lagi bisa bekerja sekaligus melanglang buana melihat dunia? Meski begitu, profesi ini punya risiko kesehatan yang cukup serius dan perlu Anda pertimbangkan baik-baik. Sebuah penelitian dari Harvard T.H. Chan School of Public Health menemukan fakta bahwa pramugari memiliki risiko kanker lebih besar dibandingkan dengan populasi masyarakat umumnya. Mengapa bisa begitu? Berikut ulasannya.

Risiko kanker pada pramugari lebih tinggi daripada orang awam

kanker kulit melanoma

Penelitian yang diterbitkan Juni 2018 silam dalam jurnal Environmental Health ini menemukan bukti bahwa pramugari lebih berisiko terkena kanker kulit melanoma dan nonmelanoma serta kanker payudara dibandingkan dengan masyarakat lainnya. Temuan ini didapatkan berdasar survei yang dilakukan pada tahun 2014 hingga 2015 pada 5.366 pramugari di Amerika Serikat.

Survey tersebut mengajukan berbagai pertanyaan seperti pengalaman selama bekerja, gaya hidup, dan juga kondisi kesehatan secara menyeluruh. Selain itu, riwayat mengenai keturunan kanker juga dimasukkan dalam data penelitian.

Peneliti kemudian membandingkan hasil penelitian dengan informasi dari kelompok populasi umum di Amerika Serikat berdasarkan survei tahunan yang dilakukan di U.S. Centers for Disease Control and Prevention yang disebut National Health and Nutrition Examination Survey.

Hasil perbandingan menunjukkan bahwa pramugari memiliki risiko kanker yang lebih tinggi. Hal ini terutama pada beberapa jenis kanker seperti kanker payudara, kanker kulit melanoma, dan kanker kulit nonmelanoma (karsinoma sel basal dan karsinoma sel skuamosa) di antara para pramugari perempuan.

Berikut rinciannya:

  • Sebanyak 3,4 persen pramugari wanita mengalami kanker payudara, sementara kelompok populasi umum hanya ada di angka 2,3 persen.
  • Sebanyak 2,2 persen pramugari perempuan mengalami kanker kulit melanoma, sementara kelompok populasi umum hanya ada di angka 0,98 persen.
  • Sebanyak 1,2 persen pramugari perempuan mengalami kanker kulit melanoma, sementara kelompok populasi umum hanya ada di angka 0,69 persen.
  • Sebanyak 7,4 persen pramugari perempuan mengalami kanker kulit nonmelanoma, sementara kelompok populasi umum hanya sekitar 1,8 persen.
  • Sebanyak 3,2 persen pramugari pria mengalami kanker kulit nonmelanoma, sementara kelompok populasi umum hanya ada di angka 2,9 persen.

Selain itu, penelitian juga menemukan fakta bahwa dalam beberapa kasus, pramugari wanita yang memiliki jam terbang lebih lama memiliki peningkatan risiko kanker kulit nonmelanoma yang lebih besar. Tak hanya itu, bahkan perempuan yang belum dan telah memiliki tiga anak lebih berisiko terkena kanker payudara.

Jenis kanker lainnya yang juga berpeluang tinggi menyerang pramugari yaitu kanker endometrium, kanker gastrointestinal, kaner tiroid, dan kanker serviks.

Mengapa pramugari lebih berisiko terkena kanker?

penyebab telinga sakit saat naik pesawat

Meski dibutuhkan penelitian lebih lanjut tetapi peneliti menduga bahwa hal ini sangat berkaitan dengan gangguan tidur terkait rutinitas pekerjaan. Selain itu, bekerja sebagai pramugari ternyata meningkatkan paparan tubuh terhadap kondisi dan zat tertentu yang bisa meningkatkan risiko kanker. Berikut ini berbagai faktor yang diduga kuat menjadi penyebab mengapa pramugari lebih berisiko terkena kanker.

Radiasi pengion kosmik

Radiasi ini berasal dari luar angkasa dan semakin kuat paparannya saat ketinggian terus meningkat. Sehingga peneliti menyatakan bahwa ada kemungkinan yang cukup kuat bahwa radiasi inilah yang salah satunya dapat meningkatkan risiko kanker. Selain itu, pramugari juga lebih banyak terkena radiasi sinar UV secara rutin dibandingkan dengan populasi masyarakat secara umum.

Kualitas udara kabin

Udara di kabin penerbangan tidak sepenuhnya sehat. Pasalnya, udara di dalam kabin bisa saja mengandung pestisida dan bahan kimia lainnya yang akan memberikan efek negatif pada tubuh jika dihirup terlalu lama. Misalnya, senyawa kimia yang berasal dari kebocoran mesin dapat mengganggu hormon dan meningkatkan risiko kanker.

Asap rokok

Asap rokok yang menempel di baju dan tubuh ternyata dapat meningkatkan risiko kanker. Sehingga, menghirupnya dalam waktu yang sering dari para penumpang atau awak kapal lain yang sebelumnya merokok bisa memicu reaksi negatif pada tubuh.

Siklus tidur yang terganggu

Pramugari cenderung memiliki gangguan pola tidur karena jam kerja yang tidak teratur dan disesuaikan dengan zona waktu di tiap daerah penerbangan. Beberapa penelitian menemukan hubungan antara gangguan tidur dengan peningkatan risiko kanker. Saat irama sirkadian tubuh terganggu maka hal ini akan berakibat pada fungsi kekebalan dan metabolisme sel yang akhirnya berisiko memicu berkembangnya sel kanker.

The post Pramugari Lebih Berisiko Tinggi Kena Kanker Payudara, Ungkap Studi Harvard (Kenapa?) appeared first on Hello Sehat.

Original Article