Resiko Memelihara Hewan saat Masa Hamil

SehatFresh.com – Memelihara hewan merupakan aktivitas yang dapat dikategorikan sebagai hobi atau kesenangan. Tidak semua orang yang menyukai hewan tertentu berkenan untuk memeliharanya. Namun, ada sebagian orang yang menyukai hewan tertentu sekaligus gemar dalam memeliharanya.

Hewan-hewan yang biasanya dijadikan peliharaan diantaranya adalah kucing, kelinci, hamster, anjing, jenis unggas dan ikan. Kelompok pria biasanya gemar dengan hewan-hewan seperti jenis unggas (ayam, burung) dan ikan, sedangkan wanita cenderung gemar pada hewan kucing, anjing, kelinci dan hamster.

Kasus yang disorot dalam hal ini yakni kegemaran wanita dalam memelihara hewan tertentu. Hewan-hewan yang menurut kita terlihat bersih dan menggemaskan untuk dipelihara, ternyata dapat menularkan suatu penyakit. Penyakit yang dimaksud adalah toksoplasmosis, penyakit toksoplasmosis merupakan suatu jenis penyakit yang disebabkan oleh parasit jenis Toksoplasmosis gondii.

Parasit ini dapat ditularkan oleh hewan peliharaan yang sebelumnya sudah terkena toksoplasmosis melalui kotorannya. Melalui kontak tersebut, akhirnya berkembang penyakit ini dan memberikan beberapa dampak yang harus diwaspadai.

Dampak yang harus diwaspadai adalah pada kelompok wanita yang sedang hamil. Pasalnya, selain memberikan dampak negatif pada ibu hamil, penyakit ini juga akan memberikan dampak negatif pada janin yang berada dalam kandungannya. Dampak negatif yang dapat ditimbulkan dari terserangnya penyakit toksoplasmosis bagi ibu hamil adalah mengalami kelemahan otot. Kelemahan otot terjadi karena susunan saraf pusat terserang oleh parasit.

Selain itu, ibu akan mengalami nyeri pada area kelenjar limfe karena ukurannya akan membesar. Selain memiliki dampak buruk pada ibu hamil, ternyata toksoplasmosis juga memiliki dampak negatif terhadap janin yang dikandungnya. Berikut ini adalah resiko terjadinya gangguan kehamilan pada janin karena terkena penyakit toksoplasmosis:

  1. Keguguran

Keguguran dapat terjadi pada usia kehamilan yang menginjak trimester satu, karena masih rentan dan sensitif terhadap segala sesuatu yang berasal dari dalam dan luar tubuh ibu.

  1. Bayi lahir prematur

Saat penyakit toksoplasmosis menyerang pada usia kehamilan yang sudah mendekati trimester tiga, kemungkinan yang paling mendekati adalah bayi akan lahir secara prematur karena kondisi tubuh yang sudah tidak memungkinkan.

  1. Cacat bawaan pada kepala

Jenis kecacatan yang dihasilkan dari terkena penyakit toksiplasmosis adalah hidrosefalus (pertumbuhan kepala yang sangat besar), microcephalus, anencephalus dan meningoencephalitis (suatu radang pada selaput otak). Selain itu, efek parasit ini dapat menyebabkan janin mengalami kelainan pada mata berupa pandangan yang kurang jelas bahkan sampai pada kebutaan.

Setelah mengetahui dampak negatif dari penyakit toksoplasmosis, ada baiknya Anda yang sedang hamil jauh lebih waspada apabila ingin memelihara hewan tertentu. Namun demikian, kita tidak perlu khawatir jika memiliki binatang peliharaan di rumah walaupun sedang hamil.

Saran yang dianjurkan dari dokter adalah dengan selalu menjaga kebersihan dengan mencuci tangan setelah kontak dengan hewan agar terhindar dari infeksi-infeksi penyakit. Selain itu, usahakan selalu menjaga tingkat kebersihan dan kesehatan hewan peliharaan Anda dengan baik agar terhindar dari infeksi penyakit toksoplasmosis. (SPT)

Original Article