Sebenarnya Oatmeal Itu Bagus atau Tidak, Sih, untuk Diabetes?

Anda mungkin sudah familier dengan makanan yang bernama oatmeal. Ya, makanan yang dulunya lebih sering dipanggil dengan havermut ini memang digadang-gadang sebagai makanan yang sehat. Namun, apakah oatmeal untuk penderita diabetes itu baik?

Manfaat oatmeal

Oatmeal alias bubur gandum adalah pilihan makanan yang baik karena terbuat dari gandum utuh. Gandum utuh yang termasuk ke dalam karbohidrat kompleks diketahui memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Banyak orang yang menderita penyakit tertentu, seperti jantung atau diabetes misalnya, disarankan untuk mengonsumsi oatmeal sebagai makanan harian mereka.

Gandum utuh yang berada dalam oatmeal diketahui dapat membantu menjaga kadar kolesterol serta gula darah dalam diri seseorang. Oatmeal juga diketahui kaya akan serat dan juga memiliki kandungan protein, magnesium, fosfor, dan vitamin B1 sebagai sumber energi.

Makanan yang mengandung karbohidrat kompleks lebih sulit dicerna oleh tubuh. Hasilnya, makanan dengan kandungan gizi tersebut dapat bertahan lebih lama dalam proses pencernaan sehingga menciptakan sensasi rasa kenyang yang lebih lama.

Sulitnya makanan yang mengandung karbohidrat kompleks juga membuat proses metabolisme zat tepung menjadi glukosa berlangsung perlahan-lahan sehingga menyebabkan kadar glukosa dalam darah tidak melonjak dengan cepat, sekalipun setelah makan. Itu sebabnya oatmeal untuk penderita diabetes kerap dianjurkan sebagai pilihan pengganti nasi yang sehat.

Oatmeal dalam bentuk aslinya, yang tidak terlalu banyak mengalami proses pengolahan dan penambahan bahan makanan lain, diketahui dapat mengurangi kebutuhan seseorang terhadap insulin. Artinya tubuh bisa menjadi lebih sensitif terhadap insulin. Bubur oat ini juga diketahui mampu meningkatkan kesehatan jantung, yang sangat penting bagi para penderita diabetes, mengingat masalah jantung adalah salah satu komplikasi yang paling umum terjadi pada diabetesi.

Kandungan gizi yang ada dalam oatmeal

Salah satu kandungan gizi yang paling terkenal ada dalam oatmeal adalah kaya serat. Serat diketahui memiliki banyak manfaat yang dibutuhkan oleh tubuh, yaitu untuk proses pencernaan, perkembangan bakteri baik di usus, menurunkan kolesterol, membuat kita merasa kenyang dalam jangka waktu yang sama, meningkatkan metabolisme tubuh, dan mengendalikan kadar gula darah.

Kebanyakan orang kekurangan konsumsi serat setiap hari. Umumnya, kita membutuhkan sekitar 30 gram serat setiap harinya. Namun, biasanya kita hanya mampu memenuhi setengahnya. Kandungan serat yang tinggi inilah yang membuat oatmeal dimasukkan ke dalam kategori makanan sehat. Jika Anda gemar mengonsumsi sereal di pagi hari, maka oatmeal adalah pilihan terbaik yang dapat Anda pilih.

Oatmeal memang mengandung serat yang tinggi. Namun, jangan lupa bahwa ada kandungan gizi lain yang terdapat dalam oatmeal. Oatmeal yang saat ini umum dijumpai adalah oatmeal instan dan oatmeal quick cooking alias oatmeal cepat masak. Kedua jenis oatmeal ini memiliki kandungan gizi yang berbeda.

Oatmeal instan biasanya dibuat untuk konsumsi yang cepat saji. Anda cukup menambahkan air panas atau mungkin menghangatkannya di microwave, kemudian bisa langsung dinikmati. Sedangkan, oatmeal cepat masak membutuhkan waktu pengolahan yang lebih lama dibandingkan oat siap saji, meski tetap dalam jangka waktu yang cepat pula.

Oatmeal instan biasanya telah mengalami banyak modifikasi. Beberapa merek oatmeal instan yang dijual di pasaran telah menyediakannya dalam berbagai varian, mulai dari rasa cokelat, gurih, dan rasa buah-buahan lainnya. Jika dinilai dari kandungan gizi dengan oatmeal cepat masak, oatmeal instan memiliki bahan tambahan makanan, seperti gula dan sodium yang lebih banyak. Sebaiknya, Anda memilih oatmeal cepat masak jika memang ingin menjadikan oatmeal sebagai penganan sehat, dibandingkan memilih oatmeal instan.

Berdasarkan Departemen Pertanian Amerika Serikat, National Nutrition Database, seperti dijelaskan dalam MedicalNewsToday, setengah cup (sekitar 28 gram) oatmeal instan tanpa tambahan makanan apa pun memiliki nilai gizi sebagai berikut:

  • 153 kalori
  • 3 gram lemak
  • 27 gram karbohidrat
  • 0,4 gram gula
  • 4 gram serat
  • 5 gram protein

Manfaat dan efek samping dari mengonsumsi oatmeal untuk penderita diabetes

Sekalipun dinilai baik, nyatanya tetap ada aturan serta batasan yang perlu Anda patuhi ketika mengonsumsi oatmeal untuk penderita diabetes sebagai pengganti nasi. Mengonsumsi oatmeal untuk penderita diabetes mungkin merupakan pilihan yang baik ketika Anda ingin menjalankan diet, selama Anda tidak mengonsumsi oatmeal instan tertentu yang mengandung gula dan perasa makanan tambahan.

Beberapa kebaikan oatmeal untuk penderita diabetes yang bisa Anda nikmati adalah sebagai berikut:

  • Oatmeal merupakan karbohidrat kompleks yang dapat membantu kontrol gula darah karena kaya serat dan indeks glikemik yang rendah.
  • Membantu menjaga kesehatan jantung dan menurunkan angka kolesterol
  • Menurunkan kebutuhan akan suntik insulin
  • Merupakan salah satu makanan yang cukup mudah diolah dan membutuhkan waktu yang cenderung singkat
  • Karena kandungan seratnya tinggi, mengonsumsi oatmeal dapat membuat Anda merasa kenyang lebih lama. Hal ini dapat membantu Anda dalam mengendalikan berat badan
  • Merupakan sumber energi jangka panjang yang baik
  • Membantu melancarkan pencernaan

Meski memiliki manfaat, nyatanya konsumsi oatmeal juga dapat membawa dampak negatif jika tidak dijalankan dengan baik dan sesuai aturan. Terutama jika Anda terlalu sering mengonsumsi oatmeal instan yang mengandung tambahan gula dan perasa makanan. Tambahan bahan makanan yang berada dalam oatmeal instan bisa saja merusak rencana diet diabetes yang Anda jalani sehingga tidak berhasil dengan baik.

Mengonsumsi oatmeal dapat menyebabkan gastroparesis, yaitu gangguan yang dialami oleh lambung sehingga lambat dalam memproses pencernaan. Ketika Anda memiliki gastroparesis sebagai komplikasi dari diabetes, keberadaan makanan yang tinggi serat dapat memperburuk keadaan ini.

Secara umum, diabetesi yang tidak memiliki gastroparesis mungkin mengalami beberapa efek samping negatif berikut ini ketika mengonsumsi oatmeal sebagai makanan utama dalam diet diabetes:

  • Perut begah, terjadi karena banyaknya asupan serat yang Anda konsumsi. Hal ini dapat diatasi minum air putih setelah makan
  • Buang angin, terjadi akibat banyaknya gas yang berkumpul di perut karena tingginya kandungan serat. Minum selagi makan dapat membantu Anda mengurangi akibat tingginya serat yang Anda konsumsi

Lalu, bagaimana aturan makan oatmeal untuk penderita diabetes?

Agar diet diabetes yang Anda lakukan memberikan hasil yang optimal, ada beberapa pantangan dan anjuran yang sebaiknya Anda lakukan ketika mengonsumsi oatmeal untuk penderita diabetes sebagai bagian dari manajemen gula darah yang Anda jalani. Mengonsumsi oatmeal untuk penderita diabetes dapat membantu kontrol gula darah dengan baik apabila dijalankan dengan baik pula.

Perhatikan beberapa hal berikut jika Anda hendak makan oatmeal sebagai salah satu rencana diet diabetes Anda, yaitu:

Pilihlah oat utuh

Akan lebih baik jika Anda memilih oat yang membuat Anda harus mengolahnya terlebih dahulu. Hindari memilih oatmeal instan (atau bahkan oatmeal quick cooking). Banyak oatmeal instan yang kini mengandung berbagai rasa, seperti cokelat dan asin. Besar kemungkinan oatmeal tersebut mengandung pemanis dan garam tambahan. Hal ini akan berlawanan dengan diet diabetes yang Anda jalani. Jenis oatmeal ini juga bisa jadi memiliki kandungan serat yang lebih sedikit.

Perhatikan porsinya

Karena mengandung kebaikan, bukan berarti Anda bisa makan oatmeal sebanyak Anda mau. Anda tetap membutuhkan takaran karena di dalam oatmeal juga masih terdapat karbohidrat yang harus Anda batasi konsumsinya jika ingin diet diabetes yang Anda jalani benar-benar berdampak. Batasi konsumsinya hanya sekitar 28 – 40 gram per sekali makan berat.

Jangan menambahkan buah dan madu

Oatmeal merupakan makanan yang tidak memiliki rasa jika tidak dimodifikasi. Anda mungkin akan kehilangan selera untuk memakannya apabila oatmeal polos saja yang hanya tersaji di depan Anda. Untuk menambah selera, Anda mungkin akan menambahkan beberapa tambahan makanan sehingga tercipta rasa manis atau mungkin gurih dalam mangkuk saji Anda.

Perlu diingat bahwa oatmeal sudah mengandung karbohidrat, dan menambahkan buah-buahan atau pemanis lainnya dapat menambah jumlah total karbohidrat Anda. Sebenarnya, menambahkan buah atau rasa lainnya dapat membuat sajian oatmeal Anda tetap sehat dan tak mengganggu diet Anda. Namun, Anda harus selektif dalam memilih tambahan rasa apa saja yang bisa Anda masukkan agar kandungan gizinya tak berlebihan.

Anda bisa menambahkan kacang-kacangan, seperti almond atau biji labu. Untuk menciptakan rasa manis, jangan menambahkan madu karena hal itu dapat meningkatkan kadar gula darah Anda dengan cepat. Pilihlah kayu manis atau ekstrak vanila untuk menambahkan aroma pada oatmeal Anda. Anda juga dapat menambahkan susu atau yogurt rendah lemak untuk memperkaya rasanya. Bahkan, Anda juga bisa memakan oatmeal Anda bersamaan dengan telur agar menjadi oatmeal dengan citarasa asin. Usahakanlah untuk menyeimbangkan karbohidrat di dalam oatmeal dengan lemak sehat dan protein.

Tak selamanya olahan oatmeal harus manis….

Anda mungkin bukan pencinta makanan manis sehingga Anda tak tertarik mencoba oatmeal karena bingung harus mengkreasikannya menjadi seperti apa. Meski kerap diolah menjadi olahan yang manis, ternyata oatmeal bisa juga dibuat menjadi makanan yang gurih. Beberapa sayuran dapat Anda manfaatkan untuk menciptakan rasa gurih pada sajian oatmeal Anda.

Jamur, bayam, dan daun bawang dapat menciptakan perpaduan yang nikmat dan menyehatkan bersama dengan oatmeal. Anda dapat menggunakan bumbu seperti jahe, lada hitam, dan jintan. Anda juga dapat menambahkan sedikit parutan keju cheddar atau parmesan (pilihlah yang rendah lemak) dan telur.

The post Sebenarnya Oatmeal Itu Bagus atau Tidak, Sih, untuk Diabetes? appeared first on Hello Sehat.

Original Article