Seberapa Sering Kita Harus Mengganti Spons Cuci Piring?

Di antara sekian banyak peralatan dapur yang rutin digunakan, spons cuci piring adalah salah satu peralatan yang Anda gunakan setiap hari. Bahkan dalam waktu sehari Anda bisa menggunakan alat cuci piring ini beberapa kali.

Sayangnya, banyak ibu rumah tangga yang jarang mengganti spons cuci piring dan lebih memilih untuk mencucinya supaya bersih. Sebenarnya, seberapa sering Anda harus mengganti spons cuci piring di dapur?

Kapan harus mengganti spons cuci piring?

Membersihkan spons cuci piring memang kerap terabaikan dalam pekerjaan rumah tangga. Anda pasti berpikir karena fungsinya untuk mencuci peralatan makan dan masak yang kotor dan setiap hari selalu terkena sabun, maka spons dianggap aman dari kuman maupun bakteri. Percaya atau tidak, spons justru merupakan salah satu benda di dalam rumah yang paling kotor selain kran air, kain lap dan wastafel.

Jika Anda memiliki kebiasaan buruk jarang mengganti spons cuci piring di dapur, sebaiknya segera hentikan kebiasaan ini. Menurut penelitian di Jerman, Anda sebaiknya tidak menggunakan spon cuci piring setelah dipakai seminggu, itu artinya Anda harus mengganti spons cuci piring satu minggu sekali. Mengapa? Karena ternyata benda yang berguna untuk membersihkan peralatan makan dan masak tersebut merupakan tempat favorit bagi kuman untuk berkembang biak.

Dalam penelitian yang telah diterbitkan di Journal Scientific Reports, para peneliti menganalisis 14 spons dapur bekas yang dikumpulkan, penelitian ini menemukan bahwa alat pembersih itu menyimpan jumlah bakteri yang sangat tinggi.

Spons cuci piring adalah ‘rumah’ bagi triliunan bakteri

Menurut profesor Markus Egert, ahli mikrobiologi di Universitas Furtwangen di Jerman, yang juga memimpin penelitian ini, spons cuci piring adalah tempat favorit kehidupan mikroba karena memiliki area permukaan yang sangat besar, basah, dan disimpan di lingkungan dapur yang hangat. Kotoran dan sisa-sisa makanan yang tertinggal di spons juga menjadi makanan bagi bakteri.

Dari penelitian tersebut, ditemukan fakta bahwa spons dapur bekas, meski yang kondisinya masih terlihat bagus, bisa menjadi ‘rumah’ bagi hampir lima triliun bakteri. Banyaknya jumlah bakteri ini, membuat spons cuci piring bahkan lebih kotor dari limbah toilet.

Setiap sentimeter kubik jaringan spons mengandung tujuh sampai delapan kali lebih banyak bakteri daripada jumlah manusia yang tinggal di bumi. Dari sekian banyak bakteri tersebut, para peneliti menemukan beberapa jenis yang dapat membahayakan anak-anak dan orangtua.

Jadi penting bagi para ibu yang memiliki anak atau orangtua, terlebih yang sedang sakit, untuk mengganti spons cuci piring secara rutin seminggu sekali. Jika tidak, bakteri patogen yang ada dalam spons mungkin bisa menyebabkan penyakit seperti e. coli dan salmonella.

Adakah cara untuk membersihkan spons cuci piring di dapur?

Membilas spons dengan air bersih setelah digunakan, tidak cukup untuk menyingkirkan kuman-kuman yang menempel pada rongga maupun pori-porinya. Menurut Kathryn Jacobsen, Ph.D., profesor epidemiologi dari George Mason University, Virginia, Amerika Serikat ketika Anda membersihkan wastafel atau bagian dapur lainnya dengan spons setelah mencuci piring, Anda berpotensi memindahkan kuman dari permukaan yang satu ke lainnya, karena besar kemungkinannya bakteri ikut tersebar ke area tersebut.

Jika membilas spons hanya dengan air tidak cukup, lantas apa yang seharusnya dilakukan untuk membuat spons bebas dari bakteri? Ada beberapa cara yang bisa dicoba.

Untuk membunuh bakteri panaskan spons di dalam microwave selama satu atau dua menit pada suhu tinggi. Kemudian keluarkan spons dan angin-anginkan hingga dingin, baru gunakan lagi untuk mencuci piring.

Cara kedua yakni dengan merendam spons di dalam air yang telah diberi cairan pemutih. Diamkan selama beberapa menit, lalu angkat dan keringkan. Untuk lebih memastikan kebersihannya Anda juga bisa mencucinya di mesin cuci menggunakan deterjen.

Jika Anda tak punya banyak waktu untuk melakukan kedua cara di atas, Anda bisa mencoba langkah yang lebih mudah. Setelah digunakan, bilas spons dengan air bersih lalu peras untuk mengeluarkan air di dalam spons. Kemudian jemur spons di bawah sinar matahari hingga kering.

Namun, hal terbaik yang dapat Anda lakukan adalah mengganti spons Anda seminggu sekali. Lagipula, daya pakai spons tidak terlalu lama. Anda sebaiknya mengganti spons setiap satu hingga tiga minggu sekali. Jika spons sudah berbau atau rontok, itu tandanya sudah perlu diganti meskipun belum lama digunakan karena kemampuan membersihkannya tidak lagi maksimal.

The post Seberapa Sering Kita Harus Mengganti Spons Cuci Piring? appeared first on Hello Sehat.

Original Article