Sembarangan Minum Obat Penambah Darah Bisa Merusak DNA

Zat besi adalah salah satu mineral penting yang dibutuhkan oleh tubuh. Banyak orang yang mengonsumsi obat penambah darah untuk mengatasi anemia, kondisi kekurangan darah yang disebabkan oleh kurangnya mineral ini. Tapi awas. Meski tergolong suplemen, obat penambah darah tetaplah harus diminum sesuai aturan pakai dan dosis yang tepat. Terlebih, jangan sembarangan minum suplemen ini kalau Anda tidak benar-benar memerlukannya.

Sebuah penelitian menemukan bahwa kadar zat besi dalam suplemen ini mungkin terlalu tinggi dan bisa berbahaya. Efeknya dilaporkan bisa merusak tubuh hanya dalam waktu 10 menit. Kenapa begitu?

Berapa banyak kebutuhan zat besi harian yang direkomendasikan?

Kebutuhan setiap orang terhadap zat besi berbeda-beda, tergantung dari tingkat aktivitas, usia, dan jenis kelaminnya.

Angka kebutuhan zat besi harian berdasarkan rekomendasi Angka Kecukupan Gizi Harian yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan RI untuk laki-laki pada umumnya berkisar antara 13-19 mg/hari, sementara untuk perempuan adalah 26 mg per hari.

Wanita membutuhkan lebih banyak zat besi agar tetap sehat dibanding pria. Wanita membutuhkan lebih banyak zat besi karena kehilangan darah saat menstruasi. Wanita hamil mungkin juga membutuhkan suplemen zat besi untuk memastikan mereka mendapatkan cukup gizi untuk tumbuh kembang bayinya dalam kandungan.

Tapi ini bukan berarti Anda bisa sembarangan minum obat penambah darah demi memenuhi kebutuhan zat besi harian Anda. Sama seperti obat-obatan lainnya, sembarangan menakar dosis obat ini tanpa sepengetahuan dokter akan menimbulkan berbagai risiko efek samping yang merugikan tubuh.

Efek samping minum obat penambah darah tidak sesuai aturan

Rata-rata kandungan zat besi dalam obat penambah darah adalah sekitar 14 mg, yang sudah menutupi hampir setengah kebutuhan harian Anda. Versi dosis yang lebih tinggi dari suplemen ini bahkan bisa mencapai 65 mg.

Asupan zat besi ini pun belum memperhitungkan yang berasal dari makanan Anda sehari-hari. Zat besi alami dapat dengan mudah ditemukan pada Sayuran hijau (misalnya bayam dan kangkung), daging (sapi, unggas, ati ayam dan/atau sapi), seafood, nasi merah, ikan, telur, dan kacang-kacangan. Sebagai gambaran, 100 gram steak memiliki kandungan zat besi sekitar 3 mg dan 100 gram bayam memiliki kandungan sekitar 2,7 mg.

Dengan demikian, bukannya tidak mungkin bahwa asupan zat besi Anda bisa berlebihan. Ini tentu akan menimbulkan efek samping bagi kesehatan. Berikut ini efek samping umum dari kelebihan zat besi yang dapat terjadi:

  • Sakit otot punggung, selangkangan, dan dada
  • Sakit perut
  • Menggigil
  • Pusing dan sakit kepala
  • Pingsan
  • Jantung berdebar
  • Demam dengan berkeringat deras
  • Penurunan fungsi indera pengecap; lidah terasa asam karat (metallic taste)
  • Mual dan muntah
  • Pembengkakan pada mulut dan tenggorokan
  • Gangguan pernapasan
  • Gangguan pencernaan, baik itu sembelit maupun diare
  • Ruam pada kulit

Yang perlu diketahui, efek samping di atas tidak dialami oleh semua orang. Selain itu, bisa jadi terdapat beberapa efek samping lainnya yang terjadi pada Anda.

Obat penambah darah dapat merusak DNA tubuh

Penelitian yang dilakukan oleh Claire Shovlin dari National Heart and Lung Institute di Imperial College London menemukan bahwa obat penambah darah yang dikonsumsi oleh jutaan orang tanpa resep dokter bisa merusak tubuh hanya dalam waktu 10 menit.

Dr. Shovlin dan timnya menguji efek dosis tinggidari mineral tersebut pada sel endotel manusia, yang menghubungkan arteri dan vena. Sepuluh menit setelah mereka menyuntikkan obat penambah darah dosis tinggi pada sampel kultur sel tersebut, ditemukan adanya tanda-tanda kerusakan DNA pada dinding kedua pembuluh darah itu. Sel endotel tampak cukup sensitif terhadap zat besi dalam jumlah berlebih dan dapat memicu kerusakan pada sel hanya dalam waktu 10 menit setelah obat tersebut diminum.

Setiap sel dalam tubuh memiliki program otomatis untuk memperbaiki dirinya sendiri. Namun Shovlin menjelaskan bahwa ketika kita menambahkan zat besi, program ini jadi dipaksa untuk bekerja lebih keras dari biasanya. Belum diketahui pasti apa perwujudan dari kerusakan DNA pada dinding pembuluh darah akibat overdosis asupan zat besi. Masih perlu penelitian lebih lanjut mengenai dampak kerusakan sel tersebut hingga ke tingkat yang lebih besar.

Namun beberapa orang yang mengonsumsi suplemen besi untuk kondisi telangiectasia haemorrhagic, sebuah kelainan bawaan pada pembuluh darah melaporkan mengalami hidung mimisan yang lebih sering setelah minum obat tersebut.

Bagaimana agar saya tidak mendapatkan efek samping?

Kecuali bagi Anda yang sedang hamil, haid yang parah, atau pun gejala anemia lainnya, Anda bisa mendapatkan cukup zat besi dengan mengonsumsi makanan yang kaya zat besi seperti daging sapi dan ikan, produk sayur-sayuran seperti bayam hingga produk kacang-kacangan. Anda juga bisa mengonsumsi sereal yang telah mengandung zat besi.

Selain mengonsumsi makanan dan minuman yang mengandung zat besi, Anda juga perlu mengonsumsi cukup vitamin C. Vitamin C berfungsi untuk membantu penyerapan zat besi pada tubuh.

The post Sembarangan Minum Obat Penambah Darah Bisa Merusak DNA appeared first on Hello Sehat.

Original Article