Sparkling Water, Air Putih, dan Soda: Apa Bedanya, Sih?

Sparkling water adalah minuman yang banyak ditawarkan di restoran atau kafe. Banyak orang bertanya-tanya, sebenarnya apa efeknya kalau minum sparkling water ini? Apakah sparkling water bagus untuk kesehatan atau justru sebaliknya? Simak di bawah ini.

Sparkling water adalah air berkarbonasi

sparkling water adalah

Sparkling water adalah variasi air minum yang merupakan cairan jernih, tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak berasa. Pada dasarnya, sparkling water adalah air yang secara alami berkarbonasi, gelembungnya berasal dari mata air asli atau dari sumur dengan karbonasi alami.

Akan tetapi, beberapa produsen memang ada yang mengarbonasi lebih lagi dengan menambahkan karbon dioksida di dalamnya, dengan begitu air akan lebih berbuih. Sedangkan air soda (soft drink) masih ditambahkan lagi dengan zat seperti natrium bikarbonat, perasa, atau garam supaya cita rasanya lebih nikmat.

Jadi apakah sparking water ini menyehatkan? Nah, ini tergantung dengan jenis sparkling water yang Anda pilih. Ada berbagai jenis sparkling water yang dikeluarkan oleh produsen minuman. Tentunya jenis-jenis itu berbeda tambahan serta kandungannya.

Sparkling water yang paling menyehatkan adalah jenis sparkling mineral water. Ada juga sparkling water yang memiliki rasa dan aroma, yang ini tentunya lebih tidak menyehatkan.

Apakah sparkling water baik untuk kesehatan?

diet minum air putih saja tanpa makan

Dilansir dari laman Healthline, pada dasarnya saat ini tidak ada bukti bahwa air berkarbonasi atau sparkling water adalah minuman yang berbahaya bagi tubuh. Sparkling water yang dibuat tanpa tambahan gula dan perasa termasuk minuman yang bebas kalori dan cenderung aman untuk menjaga berat badan. Menariknya, sparkling water memiliki manfaat lain untuk tubuh.

Menurut American Council on Exercise, dilansir dari laman Verywell Health, air biasa yang diberikan gelembung ini bisa diminum kapan saja. Jika Anda menyukainya silahkan saja bisa menjadi pilihan bersama air putih yang biasa Anda minum.

CDC, badan pencegahan dan pengendalian penyakit di Amerika Serikat menganjurkan sparkling water murni (tanpa tambahan apa pun) sebagai pengganti minuman seperti soft drink atau minuman tinggi kalori lainnya.

Jika Anda ingin memilih sparkling water, tentu boleh saja tetapi harus lebih berhati-hati membaca nilai gizinya. Sebab, Anda harus bisa bedakan sparkling water yang memang diisi dengan pemanis serta bahan tambahan lainnya dengan sparkling water yang benar-benar diisi oleh karbondioksida saja.

Apa saja manfaat sparkling water?

minum air dingin

Meningkatkan kemampuan menelan

Suatu penelitian menunjukan bahwa sparkling water dapat meningkatkan kemampuan menelan orang dewasa. Dalam sebuah penelitian, 16 orang yang sehat diminta untuk berulang kali menelan cairan yang berbeda. Saat minum sparkling water, terdapat bukti bahwa ini menstimulasi kerja saraf yang bertanggung jawab untuk menelan sehingga kemampuan menelan lebih baik.

Meningkatkan rasa kenyang

Sparkling water adalah jenis minuman yang dapat menunda lapar, lebih dari air biasa. Sparkling water dapat membantu makanan menetap lebih lama di perut, sehingga orang merasa perutnya masih terasa penuh alias kenyang.

Maka itu, sparkling water tanpa gula bisa dijadikan alternatif untuk orang yang ingin menekan nafsu makan atau mengurangi porsi makannya.

Membantu mengatasi sembelit

Satu penelitian terkontrol melibatkan dan memeriksa 21 orang dengan masalah pencernaan yang kronis. Setelah 15 hari diberikan minuman sparkling water, terdapat perbaikan yang cukup berarti pada kondisi pencernaan mereka.

Selain itu, dalam penelitian yang dilakukan dalam 2 minggu, dengan melibatkan 40 orang lansia yang menderita stroke, menunjukan frekuensi gerakan usus rata-rata 2 kali lipat lebih aktif pada kelompok yang minum sparkling water dibandingkan yang minum air biasa. Para peserta penelitian melaporkan juga bahwa gejala sembelit yang muncul jadi lebih ringan.

The post Sparkling Water, Air Putih, dan Soda: Apa Bedanya, Sih? appeared first on Hello Sehat.

Original Article