Supaya Tetap Sehat, Baiknya Potong Rambut Sering-Sering Atau Jarang?

Memotong rambut biasanya menjadi aktivitas rutin yang dilakukan baik oleh pria maupun wanita. Selain untuk menghilangkan rambut-rambut kering dan bercabang, potong rambut dilakukan untuk merapikan penampilan. Oleh sebab itu, kebiasaan potong rambut pada sebagian orang berbeda-beda. Ada yang sering tetapi ada juga yang sangat jarang. Namun, sebenarnya mana yang lebih sehat, potong rambut sering-sering atau jarang?

Fakta mengenai pertumbuhan rambut

rambut tebal

Apakah Anda tahu berapa jumlah rambut di kepala? Jumlahnya rata-rata sekitar 100.000 folikel. Namun, seiring dengan bertambahnya usia, beberapa folikel berhenti memproduksi rambut. Ini ditandai dengan kerontokan rambut. Menurut The American Academy of Dermatology, rata-rata rambut tumbuh sekitar 1,25 cm per bulannya. Jadi dalam setahun rambut tumbuh kurang lebih sepanjang 15 cm.

Biasanya cepat lambatnya pertumbuhan rambut bergantung pada:

  • Usia
  • Jenis rambut
  • Riwayat keturunan keluarga
  • Obat-obatan yang sedang dikonsumsi
  • Kondisi kesehatan secara keseluruhan

Kemudian hal lain yang penting untuk diketahui yaitu fase pertumbuhan rambut. Rambut tumbuh dalam tiga tahap, yaitu:

  • Anagen: Fase pertumbuhan aktif rambut yang berlangsung 2 hingga 8 tahun.
  • Katagen: Fase transisi di mana rambut berhenti tumbuh, berlangsung selam 4 hingga 6 minggu.
  • Telogen: Fase istirahat di mana rambut mengalami kerontokan, bertahan selama 2 hingga 3 bulan.

Jika dikira-kira, kulit kepala rata-rata memiliki 90 hingga 95 persen folikel rambut dalam fase anagen. Tandanya ada sekitar 5 hingga 10 persen rambut berada di fase telogen. Artinya dalam keadaan normal ada sekitar 100 hingga 150 helai rambut yang rontok setiap harinya.

Sebaiknya potong rambut sering-sering atau jarang?

Dokter kulit dan spesialis rambut di Cleveland Clinic, Amerika Serikat, dr. Melissa Piliang menyatakan bahwa memotong rambut secara teratur memang tidak membantu memanjangkan rambut, tetapi bisa membuat rambut lebih sehat. Hal ini karena ujung rambut yang rusak bisa membuat rambut terlihat lebih tipis dan bisa menyebabkan kerusakan. Tak hanya itu, rambut rusak yang dibiarkan terlalu lama juga dapat mengurangi keindahan rambut.

Apalagi jika Anda memiliki rambut panjang, maka Anda harus rutin memotongnya. Pasalnya, rambut panjang rentan mengalami kerusakan. Sehingga dengan memotongnya, hal ini bisa membantu menjaga rambut Anda tetap kuat dan sehat. Oleh karena itu, Anda disarankan memotong rambut setidaknya tiga bulan sekali. Namun, jika Anda merasa terlalu banyak bagian rambut yang rusak Anda bisa memangkasnya lebih sering sekitar 6 hingga 8 minggu sekali.

Terlebih jika Anda memiliki rambut yang diwarnai, diluruskan, atau dikeriting maka Anda perlu memerhatikan betul kondisinya. Pasalnya, rambut yang melalui proses kimiawi lebih rentan patah, kering, dan pecah-pecah. Untuk itu, segeralah pergi ke salon untuk memotong rambut jika rambut yang rusak sudah terlihat banyak dan mengganggu.

Sumber: Sangbe

Oleh karena itu, sebaiknya Anda tidak memotongnya terlalu sering atau terlalu jarang. Potonglah rambut di waktu yang tepat dengan memerhatikan kondisinya. Jika rambut sehat tetapi ingin mengganti model potongan maka Anda bisa melakukannya setiap tiga bulan sekali sebagai waktu yang cukup ideal. Tidak terlalu sering dan juga tidak terlalu jarang.

Jika Anda ingin memanjangkan rambut, Anda tetap harus memotongnya secara rutin. Tidak perlu banyak-banyak, Anda cukup meminta penata rambut untuk memotong ujung-ujung rambut yang rusak. Hal ini dilakukan agar rambut terhindar dari kerusakan yang lebih parah dan tentu saja memaksimalkan potensi pertumbuhan rambut Anda.

The post Supaya Tetap Sehat, Baiknya Potong Rambut Sering-Sering Atau Jarang? appeared first on Hello Sehat.

Original Article