Tak Ingin Stretch Mark Muncul Saat Hamil? Ini 3 Cara Mudah Mencegahnya

Banyak wanita yang khawatir dan cemas jika stretch mark akan muncul ketika hamil. Memang, stretch mark saat hamil adalah hal yang umum terjadi. Kondisi ini muncul akibat kulit yang meregang dengan cepat ketika ukuran perut ibu semakin membesar. Meski banyak terjadi, stretch mark saat hamil sebenarnya bisa dicegah dengan berbagai cara mudah.

Kiat jitu mencegah stretch mark saat hamil

1. Jaga kelembapan kulit

pelembap untuk kulit kering

Stretch mark lebih sering terjadi pada kulit yang kering. Maka, penting untuk mencukupi kebutuhan cairan tubuh untuk mencegah stretch mark saat hamil dengan banyak minum air putih setidaknya dua liter air setiap hari.

Jaga juga kelembapan kulit dari luar dengan menggunakan krim pelembap yang aman bagi ibu hamil. Biasanya, krim-krim ini mengandung campuran vitamin dan zat tertentu untuk meminimalisir risiko timbulnya stretch mark.

Selain pakai produk krim pelembap, Anda bisa juga memakai cara alami lainnya untuk melembapkan kulit. Misalnya dengan gel lidah buaya yang tinggi vitamin A, C, E serta berbagai kandungan lainnya seperti kalium dan niacin. Anda bisa menggosokkan gel aloe vera pada guratan kulit di perut tersebut kemudian diamkan selama 15 menit lalu cuci dengan air hangat.

Anda bisa juga pakai minyak jarak atau minyak kelapa untuk melebapkan kulit di area perut. Keduanya tinggi kandungan asam lemak tidak jenuh dan vitamin E yang baik untuk kesehatan kulit. Asam lemak tidak jenuh mampu terserap melalui pori-pori dan melembapkan kulit. Kandungan vitamin E dapat memperbaiki kulit dan melindungi kulit agar tidak pecah-pecah atau retak.

2. Jaga berat badan saat hamil

Memiliki berat badan yang sehat sebelum dan selama hamil adalah cara yang terbaik untuk mencegah stretch mark timbul. Sejumlah penelitian melaporkan bahwa kenaikan indeks massa tubuh yang berlebih akan meningkatkan risiko stretch mark saat hamil.

Oleh karena itu, penting untuk memerhatikan dan mengendalikan pertambahan berat badan selama kehamilan. Terutama bagi perempuan yang sebelum hamil sudah memiliki berat badan berlebih.

Idealnya, ibu hamil harus menambah 0,4–2.2 kilogram selama trimester pertama, dilanjutkan 0,4 kilogram setiap minggu setelahnya. Untuk mengetahui berat badan yang ideal untuk Anda ketika masa kehamilan, sebaiknya konsultasikan pada dokter dan ahli gizi.

3. Seimbangkan kebutuhan gizi

makanan sehat untuk ibu hamil

Meskipun harus menjaga pertambahan berat badan, penting juga untuk memerhatikan jenis makanan yang Anda makan. Mencukupi gizi dengan sumber makanan yang tepat dapat mencegah stretch mark saat hamil.

Salah satu nutrisi yang penting diperhatikan adalah vitamin C. Vitamin yang banyak terdapat dalam buah-buahan dan sayur-sayuran ini berperan dalam pembentukan kolagen yang menjaga elastisitas kulit. Anda bisa menemukan vitamin C pada buah-buahan seperti jeruk, anggur, stoberi, hingga jambu biji.

Selain vitamin C, vitamin A, D, dan E serta senyawa seperti zink dan asam lemak tidak jenuh juga berperan dalam mencegah stretch mark.

The post Tak Ingin Stretch Mark Muncul Saat Hamil? Ini 3 Cara Mudah Mencegahnya appeared first on Hello Sehat.

Original Article