Tips Mengatasi Nervous Breakdown Gara-gara Kelewat Stres

Stres sebenarnya merupakan cara tubuh melindungi diri dari bahaya sehingga membuat kita tetap fokus dan selalu waspada. Namun, respon perlindungan diri ini tidak mudah untuk dikendalikan oleh otak dan bisa menyebabkan tekanan mental dalam jangka panjang. Ketika Anda terus-menerus didera oleh stres berat, Anda tidak dapat beraktivitas normal seperti biasa — bahkan mungkin juga membuat Anda melakukan hal yang berisiko, seperti mabuk-mabukan atau menyetir ugal-ugalan dengan kecepatan tinggi. Kondisi tekanan mental berat ini disebut dengan nervous breakdown.

Apa itu nervous breakdown?

Zaman sekarang, stres yang disebabkan oleh masalah sosial, asmara, ataupun pekerjaan seringnya dianggap wajar. Meski tidak selalu berdampak langsung terhadap kesehatan fisik, membiarkan pikiran terus dihantui oleh stres berat berpotensi menimbulkan masalah mental serius yang seringnya tidak disadari.

Pasalnya, stres berat lama-lama dapat memengaruhi susunan otak yang menyebabkan penurunan kemampuan otak untuk memproses informasi. Nervous breakdown biasanya muncul ketika seseorang tidak dapat lagi mengatasi stresnya.

Nervous breakdown pernah dialami oleh Kanye West beberapa waktu lalu tepat di tengah konsernya. Kanye tiba-tiba mengamuk dan menghentikan konser usai menyanyikan dua lagu, sebelum akhirnya turun panggung. Setelah dibawa ke rumah sakit diketahui bahwa Kanye mengalami nervous breakdown yang dipicu oleh kombinasi kelelahan, dehidrasi, dan stres berat akibat segunung persoalan dalam kehidupan pribadinya.

Nervous breakdown atau mental breakdown itu sendiri bukanlah istilah medis, melainkan sebuah istilah populer untuk menjelaskan fase kemunculan berbagai gejala fisik dan mental serta perubahan perilaku yang sangat intens sebagai puncak reaksi negatif terkait stres berat, kepanikan, dan cemas berlebihan.

Episode nervous breakdown dapat muncul pada orang yang mengalami:

  • Stress di kantor secara terus-menerus.
  • Baru saja kehilangan anggota keluarga.
  • Stres akibat masalah finansial.
  • Perubahan besar dalam hidup, seperti baru melewati perceraian.
  • Memiliki riwayat gangguan kesehatan mental, baik pribadi maupun keluarga.
  • Mengalami penyakit atau luka yang menyebabkan kesulitan untuk beraktivitas.

Tanda-tanda dari nervous breakdown

Nervous breakdown dapat memunculkan beragam gejala fisik, mental, dan emosional yang bisa berlangsung dalam hitungan hari.

Tanda dan gejala yang paling umum adalah kesulitan menjalani kegiatan normal sehari-hari bahkan yang sederhana sekalipun; perubahan selera makan (biasanya cenderung lebih tinggi dari biasanya sebagai reaksi dari peningkatan hormon stres kortisol); sulit tidur atau insomnia; gejolak perubahan emosi alias mood swings; kurang peka terhadap kondisi tubuh sendiri, seperti menjadi kurang peduli dengan penampilan dan menelantarkan kebersihan pribadi; hingga kehilangan semangat untuk melakukan aktivitas yang tadinya dianggap menyenangkan.

Beberapa orang juga dapat menunjukkan gejala mirip serangan cemas dan/atau serangan panik sebagai bagian dari nervous breakdown yang dialaminya.

Stres berat dapat membuat otak “berkabut” yang membuat Anda sulit berpikir jernih. Itu sebabnya orang-orang yang sedang mengalami stres berat sangat berisiko tinggi untuk terlibat dalam perilaku berisiko, misalnya minum minuman keras berlebihan hingga menggunakan obat-obatan terlarang, hingga paranoid (berpikiran bahwa sesuatu yang buruk pasti akan terjadi, padahal sebenarnya tidak ada yang perlu dicemaskan) dan keinginan untuk bunuh diri.

Terutama pada orang-orang yang sudah lebih dulu memiliki penyakit mental tertentu, misalnya gangguan kecemasan atau depresi, nervous breakdown bisa menyebabkan kondisi tersebut kambuh kembali.

Hal yang harus dilakukan jika mengalami nervous breakdown

Ketika sedang mengalami nervous breakdown, coba beberapa strategi berikut agar tetap rileks:

  • Tarik napas dalam-dalam dan keluarkan perlahan sambil menghitung mundur dari 10.
  • Hindari konsumsi kafein dan alkohol.
  • Sempatkan waktu untuk menyendiri dan beristirahat, misalnya tidur siang. Cukupi tidur malam hingga 7-8 jam setiap hari.
  • Bentuk rutinitas dan jadwal untuk tidur dengan baik.
  • Meditasi untuk menjernihkan pikiran.
  • Rutin olahraga minimal 30 menit untuk 3 kali seminggu, misalnya yoga dan pilates.
  • Melakukan berbagai aktivitas yang menyenangkan dan menenangkan, seperti akupunktur, pijat tubuh, mendengarkan musik, tertawa, hingga tertawa.

Nervous breakdown tidak tergolong sebagai penyakit atau gangguan mental, tapi bisa menjadi tanda awal dari depresi atau krisis kesehatan mental yang serius.

Jika terus berlanjut, konsultasikan dengan dokter atau psikologis terpercaya. Dokter dapat menganjurkan Anda untuk menjalani psikoterapi dan terapi perilaku-kognitif (CBT), mungkin juga dikombinasikan dengan obat-obatan, untuk mengatasi kondisi Anda.

The post Tips Mengatasi Nervous Breakdown Gara-gara Kelewat Stres appeared first on Hello Sehat.

Original Article