Tulang Hidung Bengkok, Perlu Operasi dan Diobati Apa Tidak?

Tulang hidung bengkok, dalam dunia medis disebut dengan deviasi septum nasal, adalah kondisi yang cukup umum. Kondisi ini bisa mempersulit seseorang untuk bernapas. Tenang, ada beberapa pilihan pengobatan untuk mengatasinya.

Mengenal tulang hidung bengkok

Tulang hidung begkok adalah kondisi yang terjadi saat septum nasal (dinding yang membagi rongga hidung menjadi dua) Anda sangat bergeser dari garis tengah.

Septum hidung adalah dinding yang terbuat dari tulang rawan dan jaringan ikat yang memisahkan saluran hidung. Saluran hidung berjajar di kedua sisi dengan selaput lendir.

Ketika septum hidung sangat miring ke satu sisi, akibatnya satu lubang hidung menjadi lebih besar dari yang lain. Pernapasan Anda pun dapat terganggu di salah satu lubang hidung yang lebih sempit.

Karena itu, hidung bisa tersumbat, aliran udara berkurang, dan berisiko mengalami masalah pernapasan. Ini tergantung seberapa sempitnya salah satu lubang hidung. Septum yang tidak sejajar juga dapat mengganggu drainase hidung, yang menyebabkan peningkatan tingkat infeksi dan postnasal drip.

Pilihan pengobatan untuk mengatasi tulang hidung bengkok

Jika gejala tulang hidung bengkok tidak bermasalah atau ringan, maka tidak diperlukan perawatan khusus. Dalam kondisi ini, tersedia beberapa pilihan perawatan yang dijual bebas dan yang pakai resep dokter.

Perawatan untuk tulang hidung bengkok yang umumnya direkomendasikan antara lain:

  • semprotan steroid untuk mengurangi peradangan
  • dilator hidung
  • dekongestan
  • larutan garam
  • antihistamin

Orang-orang dengan gejala yang mengganggu juga harus mengurangi paparan terhadap iritasi seperti alergen, yang meningkatkan kemungkinan mengalami atau memperburuk gejala.

Sementara dalam kasus tulang hidung bengkok yang berat, diperlukan prosedur operasi yaitu septoplasty. Bagaimana prosedurnya?

Operasi septoplasty untuk mengobati tulang hidung bengkok

Jika gejala Anda tidak membaik dengan pengobatan yang disebutkan di atas, dokter Anda mungkin akan menyarankan untuk melakukan bedah rekonstruksi yang disebut septoplasty.

Untuk menjalani prosedur septoplasty, Anda harus menghindari minum obat seperti aspirin atau ibuprofen selama dua minggu sebelum dan sesudah operasi. Pasalnya, obat-obatan ini dapat meningkatkan risiko perdarahan. Anda juga harus berhenti merokok, karena dapat menganggu proses penyembuhan.

Operasi septoplasty membutuhkan waktu sekitar satu sampai dua jam dan menggunakan obat bius umum atau lokal. Pemberian bius ini dilakukan tergantung pada ahli bedah dan kondisi Anda.

Selama prosedur, ahli bedah akan memotong septum dan mengeluarkan tulang rawan atau tulang berlebih, guna meluruskan septum dan saluran hidung Anda.

Splints silikon dapat dimasukkan di setiap lubang hidung untuk menyokong septum. Kemudian luka sayatan ditutup dengan jahitan.

Anda akan dipantau segera setelah operasi untuk melihat risiko-risiko komplikasi, dan Anda kemungkinan akan boleh pulang ke rumah pada hari yang sama.

Septoplasty umumnya merupakan prosedur yang aman bagi kebanyakan orang yang dapat menjalani bius. Namun, seperti prosedur medis lainnya, tetap ada risiko yang perlu diwaspadai. Risiko prosedur ini antara lain:

  • perubahan bentuk hidung
  • perdarahan yang berlebihan
  • penurunan indra penciuman
  • mati rasa sementara pada gusi dan gigi atas
  • hematoma (penumpukan darah di luar pembuluh darah) septum

The post Tulang Hidung Bengkok, Perlu Operasi dan Diobati Apa Tidak? appeared first on Hello Sehat.

Original Article