Turun 15 Kg Berat Badan Dalam 1 Bulan Dengan Military Diet, Apa Sehat?

“Banyak jalan menuju Roma,” begitu kata pepatah. Mungkin pepatah ini jugalah yang menginspirasi banyak orang untuk melakukan beragam cara ekstrim demi mendapatkan berat badan ideal. Salah satunya dengan mengikuti military diet. Para penganut diet ekstrim ini percaya bahwa berat badan bisa turun drastis — 15 kilogram hanya dalam sebulan! Tapi, apa sehat?

Apa itu military diet?

Pada dasarnya, military diet adalah diet rendah kalori dan rendah karbohidrat yang membantu Anda menurunkan berat badan hingga 5 kilogram dalam rentang waktu 1 minggu. Pola diet militer melibatkan 3 hari diet ketat yang diikuti 4 hari libur. Siklus mingguan akan berulang lagi dan lagi sampai Anda mencapai gol berat badan yang diimpikan.

Panduan menjalani military diet

Berikut adalah rencana makan yang harus Anda ikuti selama fase pertama diet militer (3 hari pertama)

Hari pertama

Panduan rencana makan military diet (sumber: CNN)

Total asupan kalori selama hari pertama (dari mulai sarapan, makan siang, hingga makan malam) kurang lebih mencapai 1.400 kcal

Sarapan (308 kalori)

  • 1 potong roti gandum utuh dengan 2 sendok makan selai kacang
  • 1/2 buah grapefruit
  • 1 cangkir kopi hitam pahit atau teh tawar (boleh pakai Stevia)

Makan siang (138 kalori)

  • 1 potong roti gandum utuh polos
  • 1/2 porsi tuna kalengan
  • 1 cangkir teh kopi hitam pahit atau teh tawar (boleh pakai Stevia)

Makan malam (619 kalori)

  • 3 ons daging pilihan Anda (ayam, sapi, kambing, babi, kalkun, ikan, dan seterusnya)
  • 125 gram kacang buncis rebus
  • 1/2 pisang
  • 1 apel kecil
  • 1 cangkir es krim vanila

Hari kedua

Panduan rencana makan military diet hari kedua (sumber: CNN)

Total asupan kalori selama hari kedua (dari mulai sarapan, makan siang, hingga makan malam) kurang lebih mencapai 1.200 kcal

Sarapan (223 kalori)

  • 1 buah telur rebus
  • 1/2 potong roti tawar gandum
  • 1/2 buah pisang

Makan siang (340 kalori)

  • 1 cangkir keju cottage
  • 1 buah telur rebus
  • 5 keping biskuit gandum tawar

Makan malam (619 kalori)

  • 2 buah sosis
  • 90 gram brokoli rebus
  • 65 fram wortel rebus
  • 1/2 buah pisang
  • 1 cangkir es krim vanila

Hari ketiga

Panduan rencana makan military diet hari ketiga (sumber: CNN)

Total asupan kalori selama hari kedua (dari mulai sarapan, makan siang, hingga makan malam) hanya mencapai 762 kcal.

Sarapan (232 kalori)

  • 5 keping biskuit gandum tawar
  • 1 lembar keju cheddar
  • 1 buah apel kecil

Makan siang (170 kalori)

  • 1 buah telur rebus
  • 1 potong roti tawar gandum

Makan malam (460 kalori)

  • 1/2 buah pisang
  • 1 cangkir es krim vanila
  • 1 kaleng tuna

Selama tiga hari ini, Anda tidak diperkenankan untuk makan camilan. Perbanyak minum air putih, setidaknya 3-4 liter per hari.

Dalam 4 hari setelahnya, Anda boleh mengatur sendiri pola makan sehat Anda — hanya saja tetap jauhi makanan berminyak, berkalori tinggi, serta yang mengandung garam dan gula tinggi. Anda akan tetap diharuskan untuk membatasi asupan makanan tak melebihi 1200 kalori (untuk wanita) atau 1500 kalori (untuk pria) dalam sehari guna menjaga berat badan Anda tidak bertambah lagi. Anda masih boleh ngopi atau ngeteh, asalkan tidak menambahkan pemanis, krimer, atau susu (meski stevia diperbolehkan).

Apakah diet militer ini benar efektif untuk menurunkan berat badan?

Diet rendah kalori memaksa tubuh Anda bertahan di “mode kelaparan” karena konsumsi makanan yang sedikit. Akibatnya, tubuh mulai waspada dan menghemat energi dengan cara mengurangi jumlah kalori yang dibakar. Ini merupakan mekanisme alami tubuh untuk melindungi Anda dari kelaparan. Mode kelaparan bisa terjadi ketika tubuh tidak menerima cukup kalori dalam jangka panjang.

Mode kelaparan menyebabkan tubuh lebih memilih untuk menggunakan energi dari otot sehingga massa otot dan berat badan air pun berkurang. Akibatnya, metabolisme Anda pun ikut melambat. Pada pola diet rendah kalori umumnya, berat badan akan kembali naik begitu Anda kembali mulai makan seperti biasa. Tapi di sisi lain, diet militer ini juga dipercaya membantu Anda membakar simpanan lemak.

Meski begitu, berapa banyak pastinya berat badan yang akan hilang dari masing-masing orang akan bergantung pada usia, kesehatan, dan berat badan saat ini. Tapi walau tampakmudah dilakukan, military diet merupakan metode diet ekstrim yang belum tentu aman dilakukan setiap orang.

“Jika Anda terbiasa makan 2.000 sampai 2.500 kalori per hari, pembatasan asupan secara drastis akan sulit dilakukan,” kata ahli diet terdaftar Lisa Drayer kepada CNN. Anda akan merasa cepat lelah dan mudah marah, juga sulit berkonsentrasi. Anda juga mungkin jadi kurang fokus dan bertenaga untuk berolahraga karena lemas kelaparan.

Pilihan menu makanan dari military diet diragukan oleh banyak ahli gizi dunia

Asupan protein yang didapat selama 3 hari diet militer berasal dari sosis dan tuna kalengan, yang merupakan daging hasil prosesan. Makanan olahan itu sendiri sudah sejak lama terkait dengan peningkatan risiko kanker. Selain itu, es krim juga bukanlah pilihan makanan yang tepat untuk menunjang asupan kalori selama diet demi menahan lapar. Ada banyak pilihan makanan lain yang lebih sehat dan mampu membuat Anda kenyang lebih lama.

Para penganut military diet meyakini bahwa kombinasi makanan di atas dapat meningkatkan metabolisme Anda. Padahal, “Tidak ada kebenaran di balik klaim bahwa kombinasi makanan dalam beberapa hari pertama akan meningkatkan metabolisme dan membakar lemak,” kata Ellaine Magee, ahli gizi terdaftar.

Yang ada, mode kelaparan saat diet malah akan memperlambat metabolisme tubuh, seperti yang sudah dijelaskan di atas. Terlebih lagi, metode military diet bahkan tidak menganjurkan penggiatnya untuk berolahraga. Cukup dengan membatasi asupan makanan. Metode diet kilat dapat menyebabkan berat badan naik-turun yang dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh, mengacaukan tingkat metabolisme Anda, dan meningkatkan risiko masalah kesehatan lainnya, seperti batu empedu dan masalah jantung, tutup Magee.

The post Turun 15 Kg Berat Badan Dalam 1 Bulan Dengan Military Diet, Apa Sehat? appeared first on Hello Sehat.

Original Article